Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Sabtu, 19 September 2015

ONOM


ONOM adalah sebangsa makhluk halus, berpusat di areal sebuah rawa seluas 947 ha, Rawa Onom namanya. Orang tak boleh gegabah membicarakannya sebab selalu saja ada akibatnya. Begitu kata penduduk Banjar. ONOM itu sebangsa makhluk halus. Orang Banjar, Kabupaten Ciamis, menyebutnya sebagai siluman. Siluman punya arti tersendiri untuk sebutan kelompok makhluk halus. Kata Sanusi (50) penduduk Purwaharja, siluman dikenakan kepada makhluk halus yang dulunya berujud manusia biasa. Namun karena “Ngahiang” (menghilang), dan menjadi makhluk halus, maka disebutnya sebagai siluman Kata Sanusi lagi, sampai dengan tahun 1942 wilayah Kecamatan Purwaharja dikenal sebagai Kampung Siluman. Mengapa disebut begitu, sebab orang mengganggap bahwa kampung itu masuk areal atau wilayah kekuasaan bangsa onom. Bangsa onom konon punya kerajaan, Pulo Majeti namanya. Hingga kini, wilayah bernama Pulo Majeti masih tetap ada dan hingga kini pula, banyak diziarahi orang yang datang dari mana-mana, hingga dari luar Pulau Jawa. “Bagi mata biasa, Pulo Majeti hanya berupa gugusan pulau kecil di tengah rawa bernama Rawa Onom, seluas 947 ha. Namun bagi orang-orang tertentu, itu adalah sebuah kerajaan,” tutur Mamun (50) masih penduduk sekitar situ. Juru kunci Pulo Majeti, pak Omod mengabarkan bahwa yang berkuasa di Kerajaan Pulo Majeti adalah Prabu Selang Kuning. Istrinya bernama Ratu Gandawati. Dia punya aparat, yaitu Patih Kalintu dan abdi dalemnya adalah Mas Bugel, Ki Bedegel, Ki Rimpung dan Mas Jemblung. Setiap saat mereka berada di sana dan setiap saat mereka melayani permintaan para peziarah. Sungguh menakjubkan. Sekarang abad 21 di mana dunia tengah menghadapi era teknologi canggih. Namun demikian, kepercayaan akan dunia lain masih tetap dipertahankan. Contohnya kekuatan Rawa Onom dan Pulo Majeti ini. Maka banyaklah orang berziarah dan bertapa di sana untuk minta berkah, seperti ingin diluluskan segala cita-citanya, ingin dapat jodoh, dapat kerjaan, sampai kepada ingin anak lulus ujian. “Tapi berziarah ke Pulo Majeti segalanya harus serius dan harus dilakukan dengan tertib dan sopan. Kalau ada tindak kesombongan diperlihatkan di sini, alamat akan ada risikonya!” tutur juru kunci. Demikian diakui beberapa penziarah bahwa pernah ada yang datang namun tak percaya atas keberadaan hal-hal gaib Pulo Majeti. Maka mendadak sontak keanehan diperlihatkan ia terkencing-kencing lari sebab ada binatang aneh mengejar-ngejar terus. Sementara peziarah lain menatap terbengong-bengong sebab apa yang ditakuti orang itu, malah tak terlihat oleh orang lain. Suatu malam buta, tiba-tiba hujan turun dengan deras, disertai kilat menyambar-nyambar. Namun selang beberapa lama kemudian, hujan berhenti dan seluruh pakaian pengunjung mendadak kering seperti tak pernah terguyur air sebelumnya. Dihormati penguasa Kerajaan Bangsa Onom di Pulo Majeti yang dirajai oleh Prabu Selang Kuning ini, dihormati oleh aparat PemDa Kabupaten Ciamis. Percaya atau tidak, beberapa waktu yang lalu, bila di PemDa akan mengadakan perayaan apa saja, seperti HUT Kabupaten atau HUT-RI misalnya, maka dari berbagai kalangan yang diundang, bangsa onom pun diundang pula. Sampai dengan dekade 1980-an bahkan pada acara-acara perayaan khusus, panitia pernah menyiapkan sebuah kuda yang sudah dihias. Kuda itu dibawa karnaval dalam keadaan kosong tanpa penunggang, anehnya, kuda itu ngosngosan seperti membawa beban berat . Konon, sebenarnya kuda itu ditunggangi oleh bangsa onom. Di lingkungan pendopo juga disediakan sebuah kamar khusus buat “undangan khusus” ini. Di dalam kamar itu sudah dipersiapkan berbagai penganan dan juga pakaian baik pakaian untuk pria maupun untuk wanita. Kata orang tua pengatur tata-cara ini, bila ada hal-hal aneh, maka siapa pun jangan sekali-kali menggubrisnya. Suatu kali seorang istri pejabat mengggunjingkan bahwa ada tamu perempuan, kerjanya makan melulu. Tak lama sesudah itu, bibir istri pejabat bengkak mendadak. Dan penyakit bengkak sembuh mendadak setelah orang tua dari panitia minta maaf atas kelancangan berbicara. Seiring perjalanan waktu dengan peningkatan wawasan keagamaan, upacara-upacara seperti ini sudah tak dilakukan di pendopo Kabupaten Ciamis. Pemberontak Prabu Selang Kuning, penguasa Kerajaan Pulo Majeti ini, dulunya manusia biasa, ia patih kepercayaan Kerajaan Galuh yang diperintah membangun wilayah di daerah Pulo Majeti. Patih lancang Kuning menerima perintah ini sebaik- baiknya sehingga di Pulo Majeti yang semula rawa, berubah menjadi istana hebat.Namun Selang Kuning tidak mau menyerahkan hasil karyanya kepada rajanya, melainkan dia mengangkat dirinya sendiri menjadi penguasa Kerajaan Pulo Majeti.Untuk menghindarkan percekcokan dengan dengan Kerajaan Galuh, maka Prabu Selang Kuning mengajak seluruh rakyatnya pindah ke alam lain. Itulah bangsa onom. Sumber: Artikel tentang mitos/lagenda yang menarik ini dipetik dari sebuah laman web . Penulis aslinya tak dapat dikenal pasti Untuk melihat Lokasi Pulo Majetu Rawa Onom silahkan lihat di Wikimapia Share this:
http://zasun.mywapblog.com/

Jumat, 18 September 2015

SILSILAH PARA BUPATI YANG TELAH MEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS SEJAK ADIPATI JAYANEGARA

1. Raden Adipati Aria Panji Jayanagara ( Mas Bongsar ) tahun 1636-1678, dimakamkan di Ciwahangan Girang.
2. Raden Adipati Aria Anggapraja tahun 1678, dimakamkan di Pakuncen, tidak lama menjadi bupati karena tidak bersedia bekerjasama dengan Kompeni VOC.
3. Raden Adipati Angganaya tahun 1878-1693, dimakamkan di Ciwahangan Hilir.
4. Raden Adipati Sutadinata tahun 1693-1706, dimakamkan di Gunung Ardilaya.
5. Raden Adipati Kusumadinata I tahun 1706-1727, dimakamkan di Majaganda Kaler.
6. Raden Adipati Kusumadinata II tahun 1727-1732, dimakamkan di Majaganda Kidul Desa Gegempalan (Cikoneng sekarang).
7. Dalem Jagabaya tahun 1732-1751, dimakamkan di Tanjung Manggu.
8. Raden Adipati Kusumadinata III tahun 1751-1801, dimakamkan di Gunungsari Imbanagara.
9. Raden Adipati Natadikusumah tahun 1801-1806.
10. Raden Adipati Surapraja tahun 1806-1811, dimakamkan di Gunungsari Imbanagara.
Pada saat ini Gubernur Jenderal Daendelles tahun 1811 diganti oleh Janssen, karena Daendelles dianggap tidak mampu mempertahankan serangan Inggris sehingga Jawa jatuh ke Inggris ( English East India Company ) dengan Gubernur Jenderal Raffles.
Pada waktu Raffles, diadakan perubahan-perubahan wilayah administrasi di galuh diantaranya :
- Kabupaten Galuh Imbanagara harus melepaskan wilayah Pasirpanjang, Manonjaya, Cijulang dan Cikatomas untuk digabung ke Kabupaten Sukapura.
- Melepaskan wilayah Cimaragas, Banjar Patroman, Pamarican, Mangunjaya, Padaherang, dan Mangunsari (Kedungwuluh sekarang) untuk digabungkan ke Kabupaten Kawasen.
- Selain itu pula harus melepaskan wilayah-wilayah seperti Nusakambangan, Sidareja, Karangpucung, Pagadingan, Majenang dan Dayeuhluhur untuk digabung ke Banyumas.
11. Raden Tumenggung Jayeng Pati Kartanegara tahun 1811-1812.
12. Raden Tumenggung Natanegara tahun 1812 (asal Cirebon).
13. Pangeran Sutawijaya tahun 1812-1815 (asal Cirebon).
14. Raden Tumenggung Wiradikusumah tahun 1815-1819, dimakamkan di Cigadung Imbanagara (bupati yang keempat belas inilah yang memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Galuh dari Imbanagara ke Ciamis, pada zaman beliau nama Kabupaten Galuh Imbanagara diganti menjadi Kabupaten Galuh). Pada saat ini pemerintahan di Jawa sudah kembali ke Kompeni dengan Gubernur Jenderalnya Van Der Cappellen.
15. Raden Adipati Adikusumah tahun 1819-1839, dimakamkan di Gunung Galuh Imbanagara. Pada masa beliau Kabupaten Kawali dan Kabupaten Panjalu serta Kabupaten Kawasen digabungkan masuk wilayah administrasi Kabupaten Galuh.
16. Raden Adipati Aria Kusumadiningrat tahun 1839-1886, dimakamkan di Jambansari Selagangga. Beliau ini yang membangun Gedung Negara (Loji), Gedung Kabupaten, Masjid Agung dan Nagawiru serta kantor lainnya yang sampai sekarang bangunan-bangunan ini masih ada. Pada masa pemerintahan beliau, juga berhasil menghilangkan cultur stelsel atau tanam paksa di Ciamis. Membangun sarana-sarana peningkatan pangan, Dam Nagawiru, Cimandala Mangundireja berikut saluran-saluran irigasinya. Menebarkan bibit pohon kelapa sehingga Ciamis menghasilkan produksi kopra yang merupakan produksi nomor dua setelah padi.
17. Raden Adipati Aria Kusumasubrata tahun 1886-1914, dimakamkan di Sukasirna Ciamis.
18. Raden Tumenggung Aria Sastrawinata tahun 1914-1935, pada masa pemerintahan beliaulah nama Kabupaten Galuh dirubah menjadi Kabupaten Ciamis.
19. Raden Tumenggung Aria Sunarya tahun 1935-1944, asal Sukapura. Pada masa pemerintahan beliau inilah dilakukan penggabungan wilayah-wilayah kawedanan seperti Banjar, Banjarsari, Pangandaran dan Cijulang yang asalnya masuk ke wilayah Kabupaten Kawasen dan Sukapura digabungkan ke Kabupaten Ciamis (tahun 1939).
20. Raden Ardi Winangun tahun 1944-1946, beliau merupakan bupati pertama setelah Indonesia merdeka.
21. Raden Petor Dendadikusumah tahun 1946-1948, turut gerilya.
22. Raden Tumenggung Gumelar Wiranegara tahun 1948-1950, asal Imbanagara.
23. Raden Prawiranata tahun 1950, beliau mendapat sebutan bupati gerilya karena diangkat pada zaman gerilya.
24. Raden Radi Martadinata tahun 1950-1952.
25. Raden Abdul Kahar Abdul Rifai tahun 1952, ada yang menculik dan gugur di Cilimus Kuningan.
26. Raden Rais Sastradipura tahun 1952-1954.
27. Raden Yusuf Suryasaputra tahun 1954-1958.
28. Raden Gahara Wijaya Surya tahun 1958-1960, Bupati Sulaeman Effendi (Kepala Daerah).
29. Raden Udia Kartapruwita tahun 1960-1966, dengan sebutan Bupati Kepala Daerah asal Ciamis pindah ke Bandung.
30. Raden Abbas Abubakar (Kolonel TNI) tahun 1966-1973 asal Cianjur pindah ke Purwakarta jadi Residen Pembantu Gubernur Wilayah Purwakarta, dan sekarang menjabat selaku Kepala ITWILPROP JABAR di Bandung (tahun 1982).
31. Raden Hudlly Bambang Aruman (Kolonel TNI) asal Cijulang, menjabat sebagai bupati tanggal 9 November 1973 sampai dengan tanggal 20 November 1978 kemudian pindah ke Bandung jadi Inspektur Pembangunan dan sekarang menjabat selaku Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tasikmalaya (tahun 1982).
32. Drs. Soejoed asal Desa Panyingkiran Ciamis dari tanggal 20 November 1978 sampai….
Demikianlah silsilah para Bupati yang pernah memegang kekuasaan Pemerintahan Kabuaten Galuh Ciamis dari tanggal 12 Juni 1642 sampai dengan…….

Minggu, 06 September 2015

Makam Para Wanita Karuhun Sunda

Leluhur-leluhur dari pihak Wanita ada di situs Medang Kamulan Ciamis dan Situs Medang Kamulan di Gunung Padang Cianjur :

1.   Ibu Sakti Pertiwi Gilang Gumilang Herang
2.   Ibu Ratu Siti Dewi Hasta
3.   Ibu Ratu Siti Dewi Banjaransari
4.   Ibu Ratu Siti Dewi Pohaci
5.   Ibu Ratu Siti Dewi Ratna Nastuna Larang Lancang Kamurang Galuh Pakuwon
6.   Ibu Ratu Siti Dewi Cakrawati
7.   Ibu Ratu Siti Dewi Sekar Jagat
8.   Ibu Ratu Siti Dewi Niti Suari Sunan Ambu
9.   Ibu Sakti Pertiwi Dewi Poerbasari
10. Ibu Ratu Siti Dewi Cempo Kemuning
11. Ibu Ratu Siti Dewi Ayu Jendrat
12. Eyang Sepuh Tunggal Dewa Sinuhun Rama Agung
13. Eyang Sepuh Prabu Manikmaya
14. Eyang Sepuh Prabu Ismaya
15. Syech Sulton Jannawiyah
16. Sri Baduga Maharaja Prabu Wangi (Lingga Buana) – Kakek dr Sri Baduga Maharaja  Siliwangi
17. Sri Prabu Dewa Naskala Ningrat Kencana (Ayahanda dr Prabu Siliwangi)
18. Hyang Makukuhun Wali Haji Sakti Galuh Pakuwon.

Syahdan menurut hikayat tutur kata para sepuh, setelah pada tahun 17 M Sri Panggung Pertama bergelar Sri Ratu Prabu Gung Binathara Adjar Kusuma Padangi menginjakkan kakinya di Gunung Padang dan mengukuhkan situs Salaka Domas maka kemudian Sri Panggung Pertama beserta keluarga dan bala tentaranya membuat keraton kerajaan di Gunung Padang yang diberi nama Medang Kamulan.

Sri Panggung Pertama bergelar Sri Ratu Prabu Gung Binathara Adjar Kusuma Padangi menikahi Siti Dewi Hasta yang bergelar Ratu Sindil karena menciptakan Kitab Sindil, dan memiliki putri Sri Ratu Dewi Nyi Mas Ayu Jendrat yang menciptakan Kitab Nila Sastra Ayu Jendrat yang dikenal sebagai kitab para Dewa dan memuat ajaran ajaran Pitutur (berisi tutur riwayat berdirinya kerajaan atau nagari), Pituduh (berisi petunjuk aturan hidup dalam masyarakat), Pibakalen (berisi pembekalan manusia dari lahir hingga proses kematian).

Sampurasun rampes. Neda maaf ka Gusti Pangeran nu Maha Agung nyuwun hampurakeun ka luluhur sepuh jeung pinisepuh nu kasebat Tataran Sunda, Eyang Dalem Cikundul putra dari Eyang Dalem Arya Wangsa Goparna dari Nangka Beurit Sagalaherang subang dimakamkan di Bukit Pasir Gajah Majalaya Cikundul beserta sanak saudara dan keturunan2 beliau termasuk Camat Cikalong Pertama dan Cicitnya yang Pendiri Silat Cikalong Eyang Mama Haji Ibrahim Djajaperbata Bin Dalem Aom Rajadiradja.

Eyang Surya Padang dimakamkan di seberangnya yaitu di Gunung Sawit beserta Eyang Sawit yang konon masih keturunan2 dari para prajurit Pajajaran yang hijrah akibat Islamisasi dari Banten dan Cirebon. Eyang Gunung Jati alias Eyang Dalem Arya Kidul nu linggih di Bukit Babakan Jati Cianjur. Eyang Dalem Arya Cikondang alias Eyang Dalem Arya Adimanggala di makamkannya ada 2 karena beliau punya ilmu Panca Sona yang legendaris itu, untuk dari leher kebawah dimakamkan di tepi sungai cikondang dibawah pohon mangga di tengah2 sawah, kalau kepalanya ada di bukit cikondang dan tempatnya wingit & angker banget bagi yang ingin tirakatan.

Eyang Nurbaya Eyang Nurbayin dari Kadipaten Cibale Agung yang letaknya dekat jangari cianjur beliau merupakan abdi dalem disana yang pada waktu itu di pimpin oleh kerabat Eyang Dalem Cikundul yaitu keturunan dari adik ayah beliau yang bernama Panembahan Girilaya yang mempunyai putra bernama Eyang Lumaju Agung Dalem Marta yang merupakan pendiri Kadipaten Cibale Agung sebelum Kadipaten Cikundul dibentuk. Salam Buat keturunan2 Eyang Dalem Cikundul. http://sunda.andyonline.net

Agama Asli Ageman Urang Sunda Baheula

Seueur pisan rerencangan (sanes urang sunda) nu naroskeun ka kuring, soal "Naon sabab urang sunda mayoritas agamana Islam jeung kunaon mani babari pisan ngagem kana ajaran Islam?"


Inget kana pertarosan ieu, minggon kamari nuju boboran di ciamis, kuring ngahajakeun silaturahim kanu jadi guru di hiji lembur di lereng gunung papandayan - garut, waktuna paamprok sareng pun guru pok we ku kuring teh ditarosan ku pertarosan nu diluhur tadi, anjeuna ngajawab singket pisan, cenah :
"Da islam mah memang agamana urang sunda, urang sunda asli geus pasti agamana islam." 
kuring bingung, ku kuring ditaros deui naon maksudna, tuluy anjeuna nyarios deui :
"Samemeh datangna aqidah Islam anu mawa ajaran Tauhid, urang sunda mah geus leuwih tiheula Nauhid, urang sunda baheula ngan nyembah jeung muja ka hiji Sanghyang Widi (gusti nu ngawidian / tuhan yang memiliki kehendak atau yang memberikan izin) nyaeta gusti nu ngagaduhan Widi, atawa sok disebut oge Sang Hyang Kersa (Yang Mahakuasa) atawa Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki). oge sok disebut Batara Tunggal (Tuhan yang Mahaesa), Batara Jagat (Penguasa Alam), jeung Batara Seda Niskala (Yang Gaib). anu nempat di Buana Nyungcung (Sidrotul-Muntaha)tah sanggeus datangna Islam ka tatar Sunda diperjelas we ku Sifat Wahdaniahna Gusti dina ajaran Tauhid nu nerangkeun sifat Wajib jeung Mustahilna Allah (Sanghyang Widi - ceuk urang sunda)."

Jadi ringkesna mah, "Tibaheula ge urang sunda mah geus wawuh ka Allah nyaeta kanu hiji nu dipikagusti, tegesna Sanghyang Widi teh Allah tea anu ngagaduhan widi. Matak mun diajak nyembah pangeran anu aya 3 atawa lewih loba teh moal daraekeun, iwal ti nu barodo jeung nu kadaresek ku haliah dunya." kitu saur anjeuna. Sanajan cariosanana rada beda sareng nu kacatet dina sejarah kanekes perkawis ngahyang/tilem (nyaeta puncakna elmu dina tarekat sunda buhun, samemeh datangna Islam nu jadi panyampurna sakabeh ajaran para Nabi anu jumlahna aya 124.000), ieu jadi bahan fikiran keur kuring, bisa jadi pangna disebut Parahyangan ge meureun baheulana para Nabi anu nga-hyang teh seuseurna ti Tataran Sunda. jeung bisa jadi penganut sunda wiwitan anu teu narima kana islam teh saking ku sieunna kaleungitan ajaran buhun bari manehna can nyaho yen datangna Islam teh keur Nyampurnakeun ajaranana. http://sunda.andyonline.net/

Orang Gila Sholat (wkwkwk Bikin sakit perut)

Defile kopassus kostrad

Merpati Putih Kopassus pada Penutupan ADMM Sentul

Heboh & Nyata: iLmu Rawa Rontek Indonesia

Derap Langkah

PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK PASURUAN part 3

PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK PASURUAN part 2

PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK PASURUAN (part 1)

KORPS BRIMOB POLRI