Selasa, 17 Mei 2016

KISAH NABI DZULKIFLI

Allah SWT memasukkan Dzul Kifli dalam rahmat-Nya. Allah SWT memujinya sebagai hamba yang sabar dan Dia menyebutkannya bersama Ismail dan Idris. Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) kisah Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." (QS. al-Anbiya': 85-86)

 Nabi Zulkifli adalah anak Nabi Ayub. Nama sebenarnya adalah Basyar bin Ayub. Nama Zulkifli diperoleh setelah ia sanggup menjalankan perintah raja. Arti Zulkifli adalah yang mempunyai kesanggupan.

kisah-lengkap-nabi-zulkifli

Pada waktu itu seorang raja yang telah berusia lanjut. Raja tersebut sudah tidak mampu memimpin negerinya. Sayangnya, raja tidak mempunyai pewaris yang akan menggantikan kedudukkannya sebagai raja. Oleh karena itu raja membuat suatu pengumuman. Barang siapa yang sanggup berpuasa  pada siang hari dan beribadah pada malam hari ia akan diangkat menjadi raja. Raja itu juga mengharuskan untuk bersabar dalam menghadapi segala urusan.

Hanya Basyar yang menyanggupi persyaratan tersebut. Lalu, raja memberi gelar Basyar dengan gelar Zulkifli. Nabi Zulkifli adalah seorang raja yang sangat sabar. Pada  siang hari Nabi Zulkifli berpuasa dan pada malam hari  menjalankan ibadah. Meskipun demikian, dia tetap bertanggung jawab memimpin negerinya.

Nama Nabi Zulkifli disebut dalam Surat Shaad ayat 48 sebagai orang yang paling baik. “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”

Pada suatu ketika. Nabi Zulkifli  pernah diganggu iblis. Iblis ini menyamar sebagai manusia. Pada malam hari ketika Nabi Zulkifli hendak tidur, iblis yang menjelma sebagai musafir itu bertamu  ke istana Nabi Zulkifli.

Pada awalnya, penjaga istana meminta  musafir itu kembali pada pagi hari. Namun, musafir tetap berkeinginan untuk bertemu Nabi Zulkifli. Dengan sabar, Nabi Zulkifli menemui  musafir itu dan mendengar keluh kesahnya. Musafir  itu mengatakan bahwa seseorang telah menganiaya dirinya. Nabi Zulkifli meminta musafir  ini untuk datang pada malam hari berikutnya sehingga kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan itu.

Pada hari berikutnya, musafir  itu justru datang pada pagi hari. Ia mengeluhkan hal yang sama. Kemudian, Nabi  Zulkifli meminta  musafir  itu untuk datang hari berikutnya pada pagi hari. Namun pada pagi hari berikutnya, musafir itu tidak datang. Ia justru  datang pada  malam hari. Pada saat itu Nabi Zulkifli  masih terus bersabar dengan tingkah laku tamunya. Ia tetap menemui tamu tersebut dengan baik. Iblis merasa kecewa karena Nabi Zulkifli sama sekali tidak marah.

Pada suatu masa, negeri ini sedang menghadapi peperangan. Nabi Zulkifli  memerintahkan seluruh rakyatnya berperang. Namun, mereka tidak mau pergi berperang karena takut mati. Mereka meminta Nabi Zulkifli berdoa kepada Allah swt agar umur mereka masih panjang. Baru setelah itu mereka mau berangkat berperang.

Nabi Zulkifli  berdoa kepada Allah untuk  memanjangkan umur rakyatnya, Allah mengabulkan doanya. Rakyat Nabi Zulkifli berumur panjang. Namun tanah dan makanan tidak mencukupi kebutuhan rakyat yang banyak. Kemudian, rakyat  meminta Nabi Zulkifli  mengembalikan umur mereka  sebelumnya. Nabi Zulkifli berdoa dan Allah mengabulkan doanya.

Seperti itulah tingkat kesabaran nabi Zulkifli  sehingga Allah memujinya. Dalam Surat Al-Anbiyaa  ayat 85, Allah menggolongkan Nabi Zulkifli  sebagai orang yang sabar.
http://dunia-nabi.blogspot.co.id/
Sumber : Kisah Nabi Dan Rasul oleh Sugiasih, S.Si.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar