Selasa, 17 Mei 2016

Kisah Nabi Yasa’ A.s

Al-Yasa’ A.s adalah Nabi selanjutnya untuk bangsa Israel. Dia menghadapi sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama sepeninggal Ilyas A.s. Al-Yasa’ A.s menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah Swt, tapi mereka malah menyebutnya tukang sihir, sama seperti ketika mereka menyebut Nabi Ilyas A.s sebelumnya. Mereka terus membangkang sepanjang hidup Al-Yasa’ A.s. Setelah beberapa lama, bangsa Israel ditaklukkan oleh Bangsa Assyria. Bangsa Assyria menghancurkan Kuil Gunung dan menyebabkan kerusakan parah di Israel.
Nama Al-Yasa A.s disebut dalam kisah Nabi Ilyas A.s, saat rasul itu dikejar-kejar oleh kaumnya dan bersembunyi di rumah Al-Yasa A.s. Maka besar kemungkinan Al-Yasa A.s juga tinggal di seputar lembah sungai Jordan.
Ketika Ilyas A.s bersembunyi di rumahnya, Al-Yasa A.s masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit kemudian Ilyas A.s membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Al-Yasa A.s pun menjadi anak angkat Ilyas A.s yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Al-Yasa A.s melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu Ilyas A.s meninggal. Al-Yasa A.s melanjutkan misi ayah angkatnya, agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah Swt.
Al-Yasa’ A.s kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas A.s wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas A.s agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa A.s tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Al-Yasa’ A.s, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.
Nabi Yasa’ A.s termasuk salah satu nabi yang diutus oleh Allah Swt Allah Swt menyebut namanya dan memujinya tetapi Dia tidak menceritakan kisahnya. Allah Swt berfirman dalam surah Shad:
“Dan inilah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak, dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik. Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkilfi. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (QS. Shad: 45-48)
Pendapat yang utama menyatakan bahawa Nabi Yasa’ A.s adalah Yasa’ yang disebutkan dalam Taurat, sementara Injil Barnabas menceritakan bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang gila. Ini adalah mukzijat beliau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar