Senin, 31 Oktober 2016

TIDAK ADA PERINTAH MENGERJAKAN SHOLAT.

Atas Berkat Rohmat ALLAH SWT Yang Maha Kuasa.
TIDAK ADA PERINTAH MENGERJAKAN SHOLAT.
Didalam Kitab Al Qur-an, tidak ada sama sekali perintah untuk mengerjakan Sholat, yang ada ialah perintah MENEGAKKAN SHOLAT seperti:
YUQIIMUUNASH SHOLAAT. AQIMISH SHOLAAT. MUQIIMISH SHOLAAT.Yang semuanya itu artinya:“Hendaklah kamu supaya menegakkan sholat”
Tidak ada perintah yang berbunyi: FI’LASH SHOLAAT“Hendaklah kamu supaya mengerjakan sholat”
Sedangkan di kalangan umat Islam itu yang banyak hanyalah mengerjakan sholat, tidak menegakkan sholat, padahal perintah dalam Al Qur-an itu bukan mengerjakan sholat tetapi menegakkan sholat. Jadi orang orang itu lebih banyak melaksanakan sesuatu yang tidak diperintah, sedangkan yang diperintah justru tidak dilaksanakan.
Apakah perbedaan antara menegakkan sholat dan mengerjakan sholat?
Kalau menegakkan sholat itu pasti mengerjakan sholat, sedangkan kalau mengerjakan sholat itu belum tentu menegakkan sholat.Bila ada istilah “menegakkan sholat”, berarti ada sholat yang tegak dan ada sholat yang roboh. Lalu bagaimanakah sholat yang roboh itu?Yaitu sholat yang tidak ada nyawanya. Seperti halnya dengan jasmani, bila jasmani itu tidak ada nyawanya maka jasmani tersebut pasti akan roboh.
Mengapakah jasmani itu roboh bila ditinggal ruhnya?Karena hidupnya jasmani itu hanyalah sandaran saja yakni bersandar kepada hidupnya ruhani. Hidupnya ruhani itu hidup shifati. Hidupnya jasmani itu hidup ‘idhofi, yaitu hidup yang bersandar kepada sandaran. Apabila yang disandari itu sudah tidak ada maka pastilah roboh.
Begitu juga dengan mengenai sholat, kalau sholatnya tidak khusyu’ maka sholatnya itu roboh, sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi:
 Qoola Rosululloohi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam: YUSHOLLUUNA WALAA YUSHOLLUUNA.
 Bersabda Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam: ORANG YANG SEPERTI ITU ADALAH ORANG YANG KELIHATANNYA SHOLAT TAPI SEBENARNYA TIDAK ADA SHOLAT.
Memang didepan mata orang banyak, mereka itu kelihatan sholat, tapi hakekatnya sholat itu tidak ada pada dirinya, lalu mengapakah bisa seperti itu?Karena sholatnya itu tidak ada nyawanya/ruhnya sebagaimana orang mati, dia (orang mati) itu ada tapi tidak ada.
Menurut Al Qur-an; buahnya menegakkan sholat atau hasilnya menegakkan sholat itu adakah:
 “TANHAA ANIL FAKHSYAA-I WAL MUNKAR”Artinya: “Mencegah dari perbuatan fakhsya’ dan perbuatan mungkar”.
 Apakah fakhsyaa’ itu?
 Fakhsyaa’ adalah: MA ‘DHUMA QOBCHUHU MINAL AFWAALI WAL AQWAALI Ucapan perbuatan yang amat besar kejinya, segala perbuatannya, segala ucapannya yang keji yang kotor.
 Apakah munkar itu?
Munkar adalah: WAL MUNKARU KULLU FI’LUN TAHKUMUL AQUULUSH SHOIHAN QOBICHU.Segala perbuatan yang oleh akal sehat (dihukumi oleh akal sehat) perbuatan itu adalah keji dan kotor.
Oleh sebab itu kita mengetahui sama sama mengetahui, mengapa sebagian (tidak semuanya), sebagian orang telah melakukan sholat 5 waktu dan sholat sholat lainnya, mengapa ucapannya, perbuatannya masih kotor, keji, memfitnah, hasut, kibir, ghillin, ada yang mencuri, ada yang merampok dan sebagainya, ada yang memperkosa, mengapa?
Bertahun tahun melaksanakan wudhu, didalam wudhu itu membersihkan mulut, tapi ucapannya setiap hari masih ucapan kotor, dusta, dan memfitnah. Didalam wudhu kita diperintah wajah, mata tapi matanya khianat. Didalam wudhu kita diperintah membasuh tangan tetapi si tangan itu masih berbuat kotor, jika menimbang masih mengurangi timbangan, masih dipergunakan untuk menulis yang tidak baik memalsu tanda tangan, mencuri dan sebagainya. Didalam sholat kita melakukan ruku’ tetapi mengapa tidak menghormati Alloh?. Didalam sholat kita melaksanakan sujud tetapi mengapa tidak to’at kepada Alloh, tidak to’at kepada undang undang Alloh? Mengapa?
Tidak lain sebabnya orang orang tersebut hanya mengerjakan sholat, tetapi tidak menegakkan sholat, padahal mengerjakan sholat itu tidak diperintah dalam Al Qur-an yang ada menegakkan sholat. Oleh sebab itu orang orang yang sholatnya tidak tegak, yang tidak menegakkan sholat itu pasti hidupnya kropos, dikroposi oleh perbuatan perbuatan fakhsyaa’ dan munkar, akhirnya menjadi hidup yang rapuh, yang mudah dirobohkan oleh hal hal yang negatif.
Jika ada orang yang sholat bertahun tahun tetapi perbuatannya belum mencegah dirinya dari perbuatan fakhsyaa’ dan munkar, maka itu adalah ibarat orang yang mengharapkan buah atau hasil tanamannya, tanaman itu tidak akan berbuah walau sampai wafatpun ia menunggunya. Lalu apa hasilnya? hasilnya ya lelah.Jadi hasilnya sholat itu harus dibuktikan pada kehidupan sehari hari di masyarakat. Latihannya ya didalam sholat sedangkan hasilnya itu dibuktikan diluar sholat.
Oleh sebab itulah bila setiap sholat pastilah diakhir: ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH. Mudah mudahan salam dan sejahtera tetap atas kamu semuanya orang orang yang baik, supaya kebaikannya tetap dan mudah mudahan kamu mendapat Rohmat Alloh dan mudah mudahan kamu mendapat Barokah Alloh.Menengok ke sebelah kanan, salam kepada orang orang yang baik.
 Setelah selesai mendoakan orang orang yang baik, lalu mendoakan orang orang yang kurang baik dangan salam menengok kesebelah kiri: ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOOH Mudah mudahan kamu dalam keadaan selamat sejahtera dan mendapat Rohmat dari Alloh (sehingga hilang kejelekannya).Jadi didalam bacaan salam diwaktu sholat itu adalah: orang yang baik didoakan supaya tetap kebaikannya dan orang yang jahat didoakan supaya hilang kejahatannya.
Kalau seseorang yang sholat itu tidak bisa mencegah dari perbuatan fakhsyaa’ dan munkar, maka mereka itu bisa disebut bajingan dalam sholat. Mudah mudahan kita ini menjadi umat Islam yang menegakkan sholat bukan mengerjakan sholat.
AMIN YAA ROBBAL ‘AALAMIN.

https://sirojanmuniro.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar