Minggu, 30 Oktober 2016

Urip


Bab pertama kita akan membahas siapa dan dimana sebenarnya TUHAN itu.

Ngelmu :
Ngelmu yang berarti angel tinemu atau dalam bahasa Indonesia disebut sukar/sulit dicari.
Ngelmu dapat dicapai dengan cara laku batin atau jalan rohani.
Dalam bahasa tasawuf disebut tarekat dan oleh Lato’s disebut TAO ( ajaran rahasia tentang TUHAN untuk pegangan hidup ).
Untuk mencapai kesempurnaan dalam hidup, harus lebih banyak mengutamakan RASA daripada RASIO.
Menurut Al Ghazali, ilmu makrifat atau ilmu batin yang sejati dapat dijangkau atau dicari dengan akal. Akan tetapi tanpa atau tetap dengan hati. Dalam istilah Jawa disebut SASTRAJENDRA.

SASTRAJENDRA yang berarti :
Sastra : Pengetahuan
Jen : Janjane / sejatine / sebenarnya / nyata
Dra : Narendra / TUHAN

SASTRAJENDRA yang berarti PENGETAHUAN NYATA TENTANG TUHAN

Tujuan :

1. Mencari sedalam - dalamnya tentang “ arti kehidupan ” atau tentang “ hakekat sesuatu yang ada dan yang mungkin ada “
a). Mencari keterangan tentang asal mula pertama dan tujuan akhir manusia = sangkan paraning dumadi.
b). Mengenal TUHAN dan bukan hanya mendekatkan diri saja.
c). Hubungan manusia, alam raya dan TUHAN.

2. Untuk mencari kautaman “ super moral “ dan meraih sesuatu yang ada di balik dunia yang tampak = gayuh kasampurnan.

3. Menuju kelepasan atau bahkan satu – satunya jalan untuk mencapai tujuan akhir. Untuk bersatu dengan Ilahi baik di dunia maupun di akhirat = celak coloking Hyang Widi, momor pamoring sawujud.

4. Menciptakan renungan – renungan untuk mencapai TUHAN tanpa ada gerakan – gerakan khusus yang menyebabkan kehilangan konsentrasi atau penyatuan antara kawula dan Gusti. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang – orang istimewa saja yang mampu menguasai lahir dan batinya dengan sempurna melalui laku – laku khusus tentunya.

• Ing sajroning sirah > utek.
• Gandengane antara utek > manik / yoiku telenge netra.
• Sajroning manik > budi.
• Sajroning budi > nafsu / angen – angen.
• Sajroning nafsu iku suksmo / nyowo / roh / getih.
• Sajroning suksmo iku > roso / cipto.
• Sajroning roso > ingsun / Gusti.


● SIRAH > UTEK > MANIK > BUDI > NAFSU >
NETRO / MRIPAT ANGEN - ANGEN

NAFSU > SUKMO > ROSO > GUSTI
SUKMO / GETIH / URIP CIPTO / ONO

● DODO > ATI > JANTUNG > BUDI > ANGEN – ANGEN > SUKMO

> ROSO > GUSTI

● KONTHOL > PRINGSILAN > MANI > MAHDI > WADI > MANIKEM
SARINE
> ROSO > GUSTI


Rukun ISLAM ada 5, yaitu :

1. Sahadat 3. Yakat 5. Haji
2. Puasa 4. Shalat


1. Sahadat > Hakekatnya pada laku jujur, letaknya ada pada
suara. Terutama jujur dalam hal pembicaraan.
2. Puasa > Hakekatnya laku nerimo, letaknya ada pada penciuman. ( tidak mencium pembicaraan atau menjelek – jelekkan orang lain dan menerima keadaan apa adanya ).
3. Yakat > Hakekatnya laku utama, letaknya pada mata. Dapat melihat hal – hal yang baik dan suka membantu kesusahan orang serta buta pada hal – hal yang buruk.
4. Shalat > Hakekatnya laku sempurna, ( berbudi bawa leksana ), letaknya pada telinga. Hakekatnya disiplin dalam gerak atau tidak aniaya terhadap sesama dan suka mendengar hal –hal yang baik.
5. Haji > Hakekatnya laku sempurna, sabar dan tepatijanji. Letaknya pada rasa.

Bila sudah melaksanakan RUKUN ISLAM tersebut orang dapat melakukan SHOLAT DAIM atau SEMBAH JIWA.
Yang pada waktu Sholatnya kita tidak menggunakan gerakan atau syariat agar bisa mengkondisikan jiwa atau mengatur jalan nafas agar tercipta : neng, ning, nang ke hadirat Gusti Yang Maha Kuasa.

IMAN ISLAM ada 6 :
1. Percaya akan Allah 4. Percaya Kitab
2. Percaya Malaikat 5. Percaya Surga dan Neraka
3. Percaya Utusan 6. Percaya Hari Kiamat

1. Percaya akan Allah : Wujud Allah ada pada diri kita. Sebab kita diciptakan menurut gambar atau citra Allah. ( wajibul wujud ). Pada laku utama.
2. Percaya Malaikat : Yakin pada mata, telinga, hidung, rasa dan suara. Supaya 5 indra kita dijaga dalam segala hal.
Malaikat Jibril > Pendengaran
Malaikat Israil > Rasa
Malaikat Israpil > Mata
Malaikat Haruman > Nyawa
Malaikat Munkaran > Nafsu
Malaikat Kirman > Budi
3.Percaya akan Utusan : Letaknya pada rasa dan cipta. Semua manusia bisa melaksanakannya asal dapat menggunakan rasa dan cipta – nya dengan benar dapat disebut utusan.
4.Percaya Kitab : Ingat dan waspada dengan semua tingkah laku kita, sebab Kitab adalah jalan cerita orang – orang makrifat masa lalu. Bila kita sampai pada tingkat makrifat, berarti kita percaya kepada kitab – kitab nurani kita.
5.Percaya Surga / Neraka : Percaya akan takdir Allah. Kita senang dalam kebenaran, kita mendapatkan kebahagiaan dsb…itulah surga. Dan kita tertimpa musibah, kecelakaan, kesialan, halangan dsb…itulah neraka. Karena semua yang terjadi, baik dan buruk yang menimpa diri kita adalah hasil dari tingkah laku kita sendiri. Baik ganjarannya baik dan buruk ganjarannya juga pasti buruk karena tingkah laku kita yang kurang utama (dikuasai oleh nafsu ). Sebab yang berlaku adalah hukum Tuhan. Sopo kang nandur bakal panen ( siapa menanam pasti akan menuai ).
6.Percaya Hari Kiamat : Kiamat adalah hari akhir hidup kita dan bukan dunia ini. Orang jawa bilang gulung jagad yang maksudnya jagad cilik ya badan kita ini yang digulung dengan tanah ( di kubur ) saat dimana ruh kita telah meninggalkan jasadnya. Itulah hari akhir atau hari kiamat.

● Mengapa diri kita ini di namakan jagad cilik ?

Sebab semua yang ada di alam raya ini ada pada diri kita. Coba kita perhatikan elemen atau unsur – unsur manusia di bawah ini.

Logam ; Air ; Angin ; Api ; Tanah

Manusia punya logam / besi yaitu tulang kita yang bersifat keras.
Manusia punya air yaitu air seni, mani dsb.
Manusia punya angin yaitu nafas.
Manusia punya api yaitu darah atau nafsu yang bersifat panas.
Manusia punya tanah, sebagai contoh : kita mandi sebersih apapun tetap saja kita punya daki atau bolot.

Jadi semua yang ada pada jagad raya ini ada juga pada diri kita.
Di atas hanyalah beberapa uraian – uraian singkat tentang manusia ( jagad cilik ).
Dan yang disebut dengan jagad gede ya dunia ini atau alam raya ini.


Sekarang mari kita mengupas kesalahpahaman kaum Muslim yang menanggapi atau menyimpulkan bahwasannya tentang TRINITAS atau ke – ILAHI – an itu ada tiga TUHAN.

TRINITAS adalah suatu konsep untuk menerangkan kesatuan manusia dengan TUHAN. Inti THEOLOGY tsb adalah sebagai pernyataan bahwa TUHAN itu sangat dekat dengan manusia. Bisa dibilang bahwa di dalam inti hati setiap manusia ada TUHAN yang membimbing manusia untuk sampai kepadanya. Pada masa sebelum Isa Al Masih, TUHAN digambarkan sebagai TUHAN penghukum, dan pemberi aturan. Penggambaran TUHAN seperti ini membuat manusia menjadi beragama secara kaku, mereka beragama hanya akan mengejar pahala dan takut akan murka TUHAN saja. Mereka akan menjadi hakim atas sesamanya yang dianggap tidak mengakui hukum TUHAN. Mereka hanya mementingkan ibadah sebagai ritual keagamaan belaka tanpa merasakan kedekatannya dengan TUHAN.

Lalu Isa a.s mengenalkan konsep TUHAN sebagai suatu entitas yang sifatnya dekat, akrab dan melindungi. TUHAN itu mengampuni, TUHAN itu penyayang, dan TUHAN itu paham bahwa menjadi manusia itu tidak luput dari godaan, sehingga terkadang jatuh ke dalam dosa.

Gambaran TUHAN yang serupa ini lebih jauh lagi dibawa ke dalam pemahaman bahwa di dalam diri manusia ada RUH TUHAN yang bersemayam, yang merupakan sumber dari nurani dan kebaikan yang ada di dalam diri manusia.
Dalam istilah jawanya : Manunggaling Kawula Gusti.

Konsep kemenyatuan antara TUHAN dan manusia ini juga dikenal dalam ajaran BUDHA, HINDU, TAO dan ajaran – ajaran Timur serta ajaran tradisional lainnya. Pandangan tentang TUHAN yang dekat, kemenyatuan TUHAN serta kesadaran untuk meminta bimbingan kepada RUH TUHAN inilah yang tercermin dalam konsep TRINITAS.

Bukankah dalam ajaran agama ISLAM, TUHAN menyatakan dirinya dengan sebutan KAMI, yang menggambarkan bahwa TUHAN dalam hakekatnya adalah tiga kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Tiga kesatuan tersebut adalah sebagai berikut :

TUHAN – RUH – FIRMAN

TUHAN dan RUH tanpa FIRMAN tidak mungkin, karena FIRMAN TUHAN adalah wujud terjadinya alam raya ini.
TUHAN dan FIRMAN saja tanpa adanya RUH juga sangat tidak mungkin, sebab tanpa RUH berarti mati. TUHAN adalah HIDUP dan bukan mati.
RUH dan FIRMAN saja adalah amat sangat mustahil bila tanpa adanyaTUHAN, sebab RUH dan FIRMAN siapa bila TUHAN tidak ada ??
Jadi ketiga – tiganya sangat berkesinambungan atau satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan tidak akan sempurna bila salah satunya tiada.
Itulah konsep TRINITAS yang sesungguhnya.
Dan Isa a.s dianggap sebagai contoh manusia yang paling manunggal dengan TUHAN. Jadi kesimpulannya konsep TRINITAS tetap berpegang pada keyakinan bahwa TUHAN itu ESA dan TUHAN itu SATU.

AGAMA dalam istilah jawa disebut AGEMAN atau BAJU, jadi apapun AGEMAN atau BAJU yang kita pakai adalah baik adanya, tinggal bagaimana saja kita memakai dan menempatkan AGEMAN itu dengan baik dan benar.

“ AKU “

AKU BERKEHENDAK…
OLEH KARENA ITU AKU ADA…
KARENA AKU ADALAH YANG BERKUASA ATAS DIRIKU…
PERJALANAN HIDUPKU ADALAH AGAMAKU…
MASA LALU ADALAH KITAB SUCIKU…
LELUHURKULAH PARA NABIKU…
CARAKU MENJALANI HIDUP ADALAH BAGIAN DARI IBADAHKU…
DIMANA AKU HIDUP, ITULAH TANAH SUCIKU…
DAN AKU BERIMAN HANYA PADA KEHENDAKKU SENDIRI TANPA MENINGGALKAN SUATU KEBENARAN…
ITULAH AKU…
SEBAB AKU ADALAH AKU…

http://putrakresna.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar