Jumat, 18 November 2016

PARA-HYANG-AN

ehidupan didunia adalah suatu pengembaraan,yang merupakan jagad besar(Alam Kabir),untuk mengetahui dan menjalani pengembaraan didunia kita telah diberikan perabot yang lengkap oleh Allah SWT berupa diri dan segala perlengkapan yang menyertainya baik secara diri lahir maupun bathin,sebagai alat untuk mengenali dan mengetahui kepada penciptanya,seperti:
1.Mata untuk melihat dunia
2.Telinga untuk mendengar dunia
3.Mulut untuk berbicara di dunia
4.Hidung untuk mencium dunia
5.Kaki untuk berjalan didunia
6.dll

Oleh sebab itu itu dengan perabot dirilah sebagai pengantar untuk mengetahui dan menyaksikan segala yang ada didunia,supaya ketemu dan merasakan dalam hidup dan kehidupan,karna itu sepatutnya untuk menyayangi diri pribadinya dan menjaganya.

Dan berbekal diri inilah kita mengetahui bahwa didunia ini segalanya diciptakan berpasangan dan dari semua itu terdapat pilihan dalam hidup.Bila kita sudah mengetahui bahwa diri sebagai perabot dalam pilihan kehidupan maka sepatutnya mau menyayangi dan mengasihi dirinya.

Setiap orang yang menyayangi dan mengasihi dirinya sama dengan artinya nyembah ke HYANG atau SEMBAHYANG .
HYANG artinya diri asalnya dari Gusti(Allah) maksudnya bahwa diri mengetahui dan menyaksikan kalau wujud diri kita itu adalah wujud yang tetap wujud didalam wujud-NYA,dan mengetahui bahwa wujud-NYA bukan DAT,bukan SIFAT,tidak berarah dan tidak bertempat(laysa kamistlihi).
Dan bahwa diri kita juga bukan DAT,bukan SIFAT,tidak berarah dan tidak bertempat pula( Billa haeffin billa makanin).

Lalu siapakah diri ini?......yaitu yang hanya mengabdi/menyembah kepada Allah
Lalu siapaka Allah itu?....yaitu yang Maha Agung dan serba Maha
Lalu siapa yang menyaksikan dan mengetahui kalau Allah itu Wujud?....yaitu Diri-NYA
Lalu siapa yang mengetahui diri kita?.....yaitu hanya Allah
Lalu bagaimana Allah itu nyata dan wujud?....yaitu nyatanya ada didiri kita yang merupakan wujud-NYA yang tampak Murba-NYA.
Lalu bagaimana nyata dan Murba-NYA?....yaitu Allah adalah HYANG AGUNG yang menjadi asal muasal dari PARA-HYANG-AN ( diri-diri yang berasal dari-NYA).

HYANG AGUNG atau HYANG WIDI(YANG MAHA KUASA),buktinya kekuasaan-NYA ada di mana-mana.
HYANG WIDI atau HYANG SUKMA (YANG BERKEHENDAK),bukti kehendak-NYA ada pada HIDUP


HYANG SUKMA atau HYANG MANON(YANG MAHA MENGETAHUI),bukti penglihatan dan pendengaran-NYA ada dimana-mana dan tiada yang tersembunyi dari-NYA.

HYANG AGUNG adalah HIDUP yang tidak menggunakan nafas,tidak menggunakan telinga untuk pendengaran,tidak menggunakan mata sebagai penglihatan,berbicara-NYA tidak menggunakan mulut.
Oleh sebab itu PARA HYANG AN yang sebenarnya bukanlah menyembah kepada Tuhan yang duduk dikursi Gading,tidak kepada yang bisa mati,yang bisa rusak,yang bisa berubah-rubah kondisinya,tidak pada sesuatu yang bersayap,dll.

Barangsiapa yang mengetahui SEMBAH-HYANG(Mengasihi dirinya dari Allah) tentunya akan tahu bahwa jalan keselamatan bukanlah dari dirinya pribadi,tetapi terdapat pula pada orang lain dan sesama makhluk ciptaan-NYA yang bersama-sama berada dalam pengembaraan dunia sebagai satu wujud dari PARA-HYANG-AN.
Oleh karna itu sepatutnya mengaji RASA,yaitu harus mau saling mengasihi dengan cara menolong kepada orang yang membutuhkan,memberi kepada orang yang susah/kekurangan,mengantar kepada orang yang takut,memberi petunjuk kepada orang yang tidak tahu,menerangi orang yang berada dalam kegelapan,dll.

Ada tiga komponen yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan,yaitu :

1.Yang menghidupkan adalah HYANG AGUNG (Allah SWT)
2.Yang dihidupkan adalah kehidupan seluruh isi alam semesta
3.Yang hidup adalah PARA-HYANG-AN (YANG ASALNYA DARI ALLAH)

SEANDAINYA DIRI MENGETAHUI DIRINYA
TIDAK AKAN ADA RASA IRI DENGKI
TETAPI AKAN SELALU MERASA BAHAGIA
MENJALANI PENGAMBARAAN DI DUNIA
SETIAP YANG ADA DI DUNIA BERPASANGAN
DIMANA SIANG AKAN TERTUTUP OLEH MALAM
OLEH KARENA HARUS SALING MENGASIHI
JANGAN SALING MEMUSUHI
KALAU MENGASIHI DIRI YANG SEBENARNYA
TENTU AKAN MENJAUHI SIFAT SYETAN.....

SEBAB HIDUP AKAN BERAKHIR KEMATIAN
DAN DUNIA AKAN RUSAK
BEGITU JUGA RAGA AKAN HANCUR
WALAUPUN BETAH DIDUNIA
SETIAP PENGEMBARAAN AKAN KEMBALI KETEMPATNYA.....



Ngahiang nyaeta leungitna raga manusa
Nu ilang tanpa tapak nu diwidian ku Gusti Pangeran.
Biasana sok dipasang tanda di tempat ngahiangna.
Hal ieu sok dialaman ku para wali sareng jalma nu tos sakti (caket ka pangeran).
Saestuna ruh nu soleh hirup jiga urang sok panjang-anjang
Biasana sok ngadatangan nu keur tafakur dina ngimpina boh dina implengan
Sangeunah-ngeunah ajal,nyaeta ajal nu dicabut siga nyokot bulu dina tipung
Siga ajalna para nabi,wali sareung jalma nu soleh.................

http://dakwahislamdankebathinan.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar