Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Rabu, 03 September 2014

Partai Nasional Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PNI atau Partai Nasional Indonesia adalah partai politik tertua di Indonesia. Partai ini didirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia dengan ketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo.
·         1927 - Didirikan di Bandung oleh para tokoh nasional seperti Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo. Selain itu para pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club yang diketuai oleh Ir. Soekarno turut pula bergabung dengan partai ini.
·         1928 - Berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia menjadi Partai Nasional Indonesia
·         1929 - PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno, Gatot Mangkupraja,Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja
·         1930 - Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh ini dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung. Dalam masa pengadilan ini Ir. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat" dan membacakannya di depan pengadilan sebagai gugatannya.
·         1931 - Pimpinan PNI, Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. Sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931. Moh. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo akhirnya membentuk PNI Baru. Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo.
·         1933 - Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores sampai dengan 1942.
·         1934 - Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942.
·         1955 - PNI memenangkan Pemilihan Umum 1955.
·         1973 - PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia.
·         1998 - Dipimpin oleh Supeni, mantan Duta besar keliling Indonesia, PNI didirikan kembali.
·         1999 - PNI menjadi peserta pemilu 1999.
·         2002 - PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme dan diketuai oleh Rachmawati Soekarnoputeri, anak dari Soekarno.
Tokoh-tokoh dan mantan tokoh-tokoh

·         Dr. Tjipto Mangunkusumo
·         Mr. Sartono
·         Mr Iskaq Tjokrohadisuryo
·         Mr Sunaryo
·         Ir. Soekarno
·         Moh. Hatta
·         Gatot Mangkoepradja
·         Soepriadinata
·         Maskun Sumadiredja
·         Amir Sjarifuddin
·         Wilopo
·         Hardi
·         Suwiryo
·         Ali Sastroamidjojo
·         Djuanda Kartawidjaja
·         Mohammad Isnaeni
·         Supeni
·         Sanusi Hardjadinata
·         Sarmidi Mangunsarkoro
Partai-Partai Penerus
·         Partindo
·         PNI Baru
·         PNI Marhaenisme
·         PNI Supeni
·         PNI Massa Marhaen
·         PNI Partai Nasional Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar