Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Jumat, 31 Oktober 2014

20 Strategi Perang Orang Sunda - Abad 16



Strategi orang Sunda dulu dalam berperang, belumlah banyak dibahas, Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian hanya menyebutkan nama-nama strategi perang yang diterapkan paling tidak sampai abad ke-16.

Dalam Sanghyang Siksakandang Karesian disebutkan, hanya panglima peranglah yang tahu 20 strategi ini. (Saleh Danasasmita, dkk., 1987)

1. Makarabihwa.
Cara mengalahkan musuh dengan tidak berperang. Mengalahkan musuh dari dalam musuh itu sendiri, dengan menggunakan kekuatan pengaruh. Praktik merusak kekuatan musuh dari dalam agar merasa kalah sebelum berperang.

2. Katrabihwa
Posisi prajurit saat menyerang musuh, ada yang ditempatkan di atas, biasanya dengan menggunakan senjata panah, dan prajurit yang di bawah, biasanya menggunakan tombak dan berkuda.

3. Lisangbihwa
Sebelum perang dimulai, Panglima Perang/Hulu Jurit mengumpulkan pasukan tempurnya agar seluruh prajurit berteguh hati menjadi pasukan yang berani dan bersemangat berperang untuk mengalahkan musuh walaupun kekuatan lebih kecil.

4. Singhabihwa
Mengalahkan pertahanan musuh dengan cara menyusup. Para penyusup merupakan tim kecil yang jumlahnya hanyalimaorang, terdiri atas ahli perang, ahli strategi, dan ahli memengaruhi musuh.
Musuh terpengaruh oleh strategi yang kita lancarkan sehingga pada tahap ini musuh hancur oleh pikirannya sendiri. Waktunya sangat lama.

5. Garudabihwa
Memusatkan kekuatan pasukan pada posisi yang tersebar di beberapa titik penting yang telah ditentukan untuk pertempuran. Kekuatan di setiap titik jumlahnya 20 orang. Dengan simbol-simbol khusus, prajurit yang tersebar itu akan menyerang secara berbarengan dan sekaligus, kemudian menyebar kembali untuk mempersiapkan penyerangan berikutnya.

6. Cakrabihwa
Menyusupkan beberapa orang prajurit ke benteng pertahanan musuh dengan cara rahasia dengan tujuan utama untuk menyusupkan persenjataan yang kelak akan digunakan oleh pasukan saat bertempur.
Mereka harus prajurit yang sangat terlatih dan mengetahui medan, serta mengetahui cara-cara penyusupan.

7. Sucimuka
Upaya pembersihan musuh setelah perang usai sebab biasanya masih ada musuh yang berdiam di persembunyian. Para prajurit harus mengetahui daerah-daerah yang pantas digunakan sebagai tempat berlindung dan menjadi persembunyian musuh yang sudah tercerai-berai.
Prajurit harus mengetahui jalan-jalan yang dijadikan tempat untuk meloloskan diri. Pembersihan ini sangat penting agar musuh tidak menghimpun kekuatannya kembali.

8. Brajapanjara
Mendidik beberapa orang musuh agar bekerja untuk pihak kita.
Setelah dianggap tidak membahayakan, mereka dilepas kembali ke daerahnya untuk dijadikan mata-mata.
Orang itulah yang akan mengirimkan informasi mengenai kekuatan musuh, seperti jenis dan jumlah senjata yang mereka miliki, dan strategi perang apa yang akan digunakan.
Harus sangat hati-hati saat mendidiknya.

9. Asumaliput
Setiap prajurit harus mengetahui tempat berlindung atau bersembunyi serta tidak akan diketahui musuh, seperti di dalam gua, tetapi harus pandai melihat situasi.

10. Meraksimpir
Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih rendah, sedangkan musuh berada di daerah yang lebih tinggi. Bila posisinya demikian, pasukan dipersenjatai dengan tombak dan berkuda.

11. Gagaksangkur

Cara berperang ketika prajurit berada di daerah yang lebih tinggi, sedangkan musuh berada di bawah.
Cara mengalahkan musuh dari atas, seperti cara meloncat atau menghadang.

12. Luwakmaturut
Gerakan untuk memburu musuh yang kabur dari lapangan pertempuran.
Prajurit harus tahu cara pengejaran yang paling cepat di berbagai medan yang berbeda.
Pengejaran musuh harus sampai di tempat persembunyiannya, apakah di air, atau yang lari ke dalam hutan.

13. Kudangsumeka
Cara menggunakan pedang yang lebih kecil.
Bila menyusup ke daerah musuh, prajurit harus mengetahui cara-cara menyembunyikan pedang/senjata itu agar tidak diketahui musuh.

14. Babahbuhaya
Cara menghimpun kekuatan prajurit pada saat pasukan tertekan dan terjepit musuh, seperti cara/upaya memulihkan mental, semangat, dan kekuatan prajurit.
Dilatihkan ke mana harus berlari, jangan sampai berlari ke daerah kekuatan musuh.
Cara bagaimana bila saat berlari ada musuh di depan, atau musuh yang terus mengejar, serta cara bagaimana memilih tempat perlindungan.
Bila terlihat aman, prajurit merundingkan upaya penyelamatan dan merencanakan penyerangan balik.

15. Ngalinggamanik
Prajurit yang sudah terlatih dipersenjatai dengan senjata rahasia, atau senjata keramat kerajaan, seperti tombak. Prajurit dilatih untuk mengendalikan senjata keramat itu, bila tidak, bisa-bisa prajurit itu yang terpental atau pingsan.

16. Lemahmrewasa
Cara berperang di hutan belantara atau di tempat-tempat yang rimbun, terutama ketika pasukan dalam keadaan terdesak dengan senjata pasukan yang sudah tidak mampu melayani kekuatan persenjataan musuh.
Semua potensi yang bisa digunakan sebagai senjata dimanfaatkan, seperti batu atau batang pohon.

17. Adipati
Teknik untuk melatih prajurit yang akan dijadikan prajurit dengan kemampuan khusus.
Pasukan komando yang mempunyai kemampuan perseorangan yang tangguh dan dapat diandalkan.

18. Prebusakti
Setiap prajurit dibekali latihan keahlian khusus seperti tenaga dalam agar senjata lebih berisi, lebih matih, punya kekuatan mengalahkan musuh secara luar biasa.

19. Pakeprajurit
Sering kali raja menitahkan untuk tidak berperang.
Prajurit terpilih, yaitu prajurit yang sudah terlatih untuk berunding, mengadakan perundingan-perindingan sehingga musuh dapat dikalahkan tanpa berperang. Namun, Panglima Perang/Sang Hulu Jurit, sesungguhnya menghendaki kemenangan dengan cara berperang.

20. Tapaksawetrik

Cara-cara berperang di air. Bagaimana cara mengelabui musuh agar tidak mengetahui pergerakan prajurit, serta cara-cara menggunakan senjata di air, seperti di sungai. Prajurit harus terlatih untuk mendekati musuh melalui jalan air.

Persenjataan yang digunakan dalam perang pada zaman itu pada umumnya sudah berupa senjata dari logam, apakah itu tombak ataupun pedang. Peninggalan senjata yang ditemukan di beberapa tempat di Jawa Barat, masih dapat dilihat di Museum Nasional di Jakarta (Lihat Dr. N.J. Krom, Laporan Kepurbakalaan Jawa Barat 1914). Sementara itu, kendaraan yang digunakan saat bertempur pada umumnya adalah kuda.

Tulisan ini merupakan upaya pendahuluan untuk mengetahui deskripsi dari setiap istilah strategi perang yang terdapat dalam Sanghyang Siksakandang Karesian.

Kerajaan Galuh Purba

Prakata

Kerajaan Galuh Purba dibangun pendatang-pendatang sekang Kutai, Kalimantan. Pendatang-pendatang kiye urung nganut agama Hindu, dadi wong-wong sedurunge jamanKerajaan Kutai Mertadipura dibangun, dadi sedurung ana dinasti Kudungga.
Miturut catetan Van der Meulen (1988): (Indonesia di Ambang Sejarah - Kanisius), pendatang-pendatang kuwe pindah ming tanah Jawa adoh sedurung abad 3 Masehi. Pendatang-pendatang kiye mendarat nang sekitar pantai Cirebon. Pendatang-pendatang kiye terus mlebu nang pedalaman, sebagian menetap nang sekitar Gunung Ciremai, sebagian maning melebu terus ming arah kidul ngantek tekan ming sekitar Gunung Slamet lan lembah Kali Serayu.
Sing netep nang sekitar gunung Ciremai mengkone mbangun peradaban Sunda, sementara sing nang sekitar Gunung Slamet mbangun Kerajaan Galuh Purba. Miturut laporan sing ditulis Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972), Kerajaan Galuh Purba kiye dibangun Ratu Galuh. Kemungkinan jeneng Kerajaane ialah Kerajaan Galuh Sindula (ana juga naskah sing njenengi Kerajaan Bojong Galuh), ibukotane nang Medang Gili (tahun 78 Masehi?). Angka 78 M kuwe jane mandan diragukan sebab sekitar taun semono Huruf Sanskertatembe molai melebu nang Nusantara lan urung dikenal luas.
Antara abad I nganti abad VI, Kerajaan Galuh Purba kiye berkembang terus ning mandan langka catetan sejaraeh. Sing jelas antara abad I nganti abad VI kuwe akeh jeneng Kerajaan sing nganggo jeneng Galuh antarane: (seliyane Galuh Sindula utawa Bojong Galuh) ialah:
  • Kerajaan Galuh Rahyang sing lokasine nang Brebes, ibukotane nang Medang Pangramesan
  • Kerajaan Galuh Kalangon lokasine nang Roban, ibukotane nang Medang Pangramesan
  • Kerajaan Galuh Lalean lokasine nang Cilacap, ibukotane nang Medang Kamulan
  • Kerajaan Galuh Tanduran lokasine nang Pananjung, ibukotane nang Bagolo
  • Kerajaan Galuh Kumara lokasine nang Tegal, ibukotane nang Medangkamulyan
  • Kerajaan Galuh Pataka lokasine nang Nanggalacah, ibukotane nang Pataka
  • Kerajaan Galuh Nagara Tengah lokasine nang Cineam,ibukotane nang Bojonglopang
  • Kerajaan Galuh Imbanagara lokasine nang Barunay (Pabuaran), ibukotane nang Imbanagara
  • Kerajaan Galuh Kalingga lokasine nang Bojong, ibukotane nang Karangkamulyan
Status kerajaan-kerajaan Galuh nang duwur kuwe esih urung jelas, apa kelanjutan Kerajaan Galuh Purba utawa mung pecahane ning kemungkinan sing bener ialah: sebagai bagian Kerajaan Galuh Purba (Kerajaan bawahan) utawa setingkat Kadipaten.
Seliyane Kerajaan Galuh sing pindah kuwe, sing juga berkembang lan ana catetan sejaraeh ialah Kerajaan Galuh Kalingga. Malah miturut Babad Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara (tulisan Pangeran Wangsakerta sekang Cirebon), dong abad VII - VIII ada 3 wangsa sing berkembang ialah: Wangsa Kalingga, Wangsa Sanjaya lan Wangsa Sailendra), catatan kiye cocog karo sing ditulis Fruin-Mees : Geschiedenis van Java, 1919, halaman 16-20). Brarti Kerajaan Galuh Kalingga sing sedurunge sebagai Kerajaan bawahan Galuh Purba mengkone dadi Kerajaan sing berkembang bar misahna dhewek dadi Kerajaan Kalingga.
Bar pusat pemerentahan Kerajaan Galuh Purba dipindah, pengaruh Kerajaan kiye nang wilayah wetan makin mudhun lan diganti karo Kerajaan Kalingga sing pamore terus berkembang. Sementara kuwe nang wilayah kulon, Kerajaan Tarumanegara (kelanjutan Kerajaan Salaknegara) molai tumbuh malah akhire mengko Kerajaan Galuh sing pindah kuwe dadi Kerajaan bawahane Tarumanegara. Antara taun 395 nganti 434 M (pemerentahan Purnawarman), kerajaan Tarumanegara mbawaih 48 kerajaan-kerajaan bawahan. Kerajaan bawahan sing paling wetan ialah sing pusate nang wilayah Purbalingga siki, kiye kemungkinan ialah Kerajaan Galuh Purba. Sebagian kerajaan-kerajaan bawahan kuwe wis ana sedurung kerajaan Tarumanegara dibangun dadi wis ana sedurung taun 358 M, contone ialah Kerajaan Salaknegara.
Dong Tarumanegara diperentah Raja Candrawarman (515-535 M), akeh penguasa-penguasa Kerajaan-Kerajaan bawahan sing olih kekuasaane maning sebagai hadiah kesetiaan, kiye termasuk juga Kerajaan Galuh Purba, ning urung jelas hadiah tahta Kerajaan Galuh Purba kiye diwehna maring sapa, sing pasti dudu maring Wretikandayun(nang Babad Sunda, Wretikandayun disebut sebagai pendiri Kerajaan Galuh, jane sing bener ialah Wretikandayun kuwe Raja Galuh sing misahna dhewek sekang Kerajaan Tarumanegara dong Tarumanegara diperentah Prabu Tarusbawa). Dadi jelas nek Wretikandayun dudu Raja Galuh sing pertama, sebab ana catetan sing nyebut nek Kerajaan Galuh molai dibangun taun 516 M, sementara Wretikandayun molai dadi Raja taun 612 M, pusat pemerentahane ialah nang Banjar Pataruman. Angger bener Kerajaan Galuh dibangun taun 516 M brarti kiye cocog banget karo kebijakan Raja Candrawarman (515-535 M) sing mbalekaken kekuasaan penguasa-penguasa Kerajaan bawahan, mung baen jane jenenge dudu dibangun ning dibalekaken.
Sing dadi pitakonan juga, kepriwe hubungan Kerajaan Galuh sing dibangun taun 516 M kuwe karo Kerajaan Kendan?, sebab Wretikandayun kiya ialah keturunan Raja-RajaKerajaan Kendan. Ana pirang kemungkinan antarane, Wretikandayun olih hak tahta Kerajaan Galuh liwat Rajaputra Suraliman (mbah kakunge Wretikandayun) sing menjabat sebagai Panglima Perang Tarumanegara, utawa bisa juga liwat perkawinan antar kerabat keraton sing wis umum kedaden, dadi dheweke nguasai Galuh sekaligus ngewarisi Kendan, bar kuwe Wretikandayun nggawe ibukota anyar nang daerah Kawali.
Jeneng Kerajaan anyar Wretikandayun kuwe juga dudu Kendan sebab kemungkinane ialah kanggo ngormati (alesan politis). Tahta Kerajaan Kendan tuli wis pasti diwarisi dheweke, dadi ora dienggo jenenge juga ora papa. Tambahan maning Wretikandayun kiye mandan beda dibanding leluhure sing lewih ngutamaken ajaran agama (Hindu) termasuk dong ngelola Kerajaan. Manikmaya (pendiri Kerajaan Kendan) kuwe Resiguru juga Sang Kandiawan ramane Wretikandayun kuwe Resiguru sekaligus Pujangga, sementara Wretikandayun kiye lewih ngutamaken kekuasaan (politik)...

Wilyah Kekuasaan

Kerajaan Galuh Purba kiye duwe wilayah kekuasaan sing lumayan luas, mulai sekang Indramayu, Cirebon, BrebesTegalPemalangBumiayuBanyumasCilacap,PurbalinggaBanjarnegaraKebumen malah ana sing nyebut tekan Kedu, Kulonprogo karo Purwodadi mbarang.
Siki akeh jeneng-jeneng enggon nang kana sing nganggo jeneng Galuh, antarane Rajagaluh (Cirebon), Galuh (Purbalingga), Galuh Timur (Bumiayu), Sirah Galuh (Cilacap), Begaluh (Leksono), Samigaluh (Purworejo, Kedu), Segaluh (Purwodadi). Miturut sejarawan W.J Van der Meulen diduga keras nek kabeh enggon-enggon kuwe gemiyen ialah wilayah sing dikuasai Kerajaan Galuh Purba.

Dadi Kerajaan Galuh Kawali

Miturut catetan nang Prasasti Bogor, Kerajaan Galuh Kawali pancen pindahan sekang sekitar Gunung Slamet, pusat Kerajaan wangsa Galuh (Purba) kiye dipindah sekang wilayah Banyumas ming sekitar wilayah Garut - Kawali merga mulai kalah pamor karo leluhur wangsa Sailendra sing wis molai tumbuh.
Pusat Kerajaan Galuh Purba kiye pindah ming Garut - Kawali sekitar abad V akhir utawa VI awal, terus sekitar abad XIII pusat kerajaane pindah maning lan dadi Kerajaan Pajajaran. Catetan pindah ping pindo kiye ana catetane nang Prasasti Bogor.
http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Galuh_Purba

Sejarah Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Terumanagara merupakan kerajaan Hindu tertua ke dua setelah Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Tarum merupakan kerajaan yang berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.

Kata Tarumanagara berasal dari kata Tarum dan Nagara. Tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yang sekarang bernama sungai Citarum dan kata Nagara yang diartikan sebagai negara atau kerajaan.

Beridirnya Kerajaan Tarumanagara

Berdirinya Kerajaan Tarumanagara masih dipertanyakan oleh para ahli sejarah. Satu-satunya sumber sejarah yang secara lengkap membahas mengenai Kerajaan Tarumanagara adalah Naskah Wangsakerta. Naskah Wangsakerta tersebut masih menjadi perdebatan diantara para sejarawan tentang keaslian isinya.

Menurut Naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 Masehi, pulau dan beberapa wilayah Nusantara lainnya didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India yang mencari perlindungan akibat terjadinya peperangan besar di sana. Para pengungsi itu umumnya berasal dari daerah Kerajaan Palawa dan Calankayana di India, pihak yang kalah dalam peperangan melawan Kerajaan Samudragupta (India).

Salah satu dari rombongan pengungsi Calankayana dipimpin oleh seorang Maharesi yang bernama Jayasingawarman. Setelah mendapatkan persetujuan dari raja yang berkuasa di barat Jawa (Dewawarman VIII, raja Salakanagara), maka Jayasingawarman membuka tempat pemukiman baru di dekat sungai Citarum. Pemukimannya oleh Jayasingawarman diberi nama Tarumadesya (desa Taruma). 

Sepuluh tahun kemudian desa ini banyak didatangi oleh penduduk dari desa lain, sehingga Tarumadesya menjadi besar. Akhirnya dari wilayah setingkat desa berkembang menjadi setingkat kota (Nagara). Semakin hari, kota ini semakin menunjukan perkembangan yang pesat, karena itulah Jayasingawarman kemudian membentuk sebuah Kerajaan yang bernama Tarumanagara.
 
Kejayaan Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Tarumanagara mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Purnawarman. Dimasa kepemerintahan Purnawarman, luas Kerajaan Tarumanagara diperluas dengan menaklukan kerajaan-kerajaan yang berada disekitarnya. Tercatat Luas Kerajaan Tarumanagara hampir sama dengan luas daerah Jawa Barat sekarang. Selain itu Raja Purnawarman juga menyusun pustaka yang berupa undang-undang kerjaana, peraturan angkatan perang, siasat perang serta silsilah dinasti Warman. Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang kuat dan bijak kepada rakyatnya.

Keruntuhan Kerajaan Tarumanagara

Raja ke-12 Tarumanagara, Linggawarman, memiliki dua orang putri. Putri pertamanya bernama Dewi Manasih yang kemudian menikah dengan Tarusbawa dan Sobakencana yang kemudian menjadi isteri Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Tangku kepemimpian Kerajaan Tarumanegara pun jatuh pada suami Manasih yaitu Tarusbawa. Pada masa kepemerintahan Tarusbawa, pusat kerajaan Tarumanagara ke kerajaanya sendiri yaitu Kerajaan Sunda (Kerajaan bawahan Tarumanagara) dan kemudian mengganti Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.

Sejarah Kerajaan Tarumanagara | www.zonasiswa.com
Prasasti Ciareteun


Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Tarumanagara banyak meninggalkan bukti sejarah, diantaranya ditemukannya 7 buah prasati yaitu:
  1. Prasasti Ciareteun yang ditemukan di Ciampea, Bogor. Pada prasasti tersebut terdapat ukiran laba-laba dan tapak kaki serta puisi beraksara Palawa dan berbahasa Sanskerta. Puisi tersebut berbuyi "Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara."
  2. Prasasti Pasri Koleangkak yang ditemukan di perkebunan Jambu. Parsasti ini juga sering disebut sebagai Prasasti Jambu. Prasasti Jambu berisi "Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya."
  3. Prasasti Kebonkopi yang ditemukan di kampung Muara Hilir, Cibungbulang. Isi prasasti Kebon Kopi : yakni adanya dua kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawati (gajah kendaran Dewa Wisnu). Sedangkan Prasasti Jambu berisi tentang kegagahan raja Purnawarman. Bunyi prasasti itu antara lain :"gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah di taruma dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus oleh musuh ..."
  4. Prasasti Tugu yang ditemukan di dareah Tugu, Jakarta.
  5. Prasasti Pasir Awi yang ditemukan di daerah Pasir Awi, Bogor.
  6. Prasasti Muara Cianten yang juga ditemukan di Bogor.
  7. Prasasti Cidanghiang atau Lebak yang ditemukan di kampung Lebak, pinggir Sungai Cidanghiang, Pandeglang-Banten. Prasasti Didanghiang berisi “Inilah tanda keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja”.
Selain dari prasasti, terdapat juga suber-sumber lain yang berasal dari Cina, diantarnya:
  1. Berita dari Fa-Hien, seorang musafir Cina (pendeta Budha) yang terdampar di Yepoti (Yawadhipa/Jawa) tepatnya Tolomo (Taruma) pada tahun 414. Dalam catatannya di sebutkan rakyat Tolomo sedikit sekali memeluk Budha yang banyak di jumpainya adalah Brahmana dan Animisme.
  2. Berita dari Dinasti Soui yang menyatakan bahwa pada tahun 528 dan 535 datang utusan dari negeri Tolomo (Taruma) yang terletak disebelah selatan.
  3. Berita dari Dinasti Tang Muda yang menyebutkan tahun 666 dan tahun 669 M datang utusan dari Tolomo.
Raja-raja Kerajaan Tarumanagara

Selama berdirinya Kerajaan Tarumanagara dari abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi, kerajaan tersebut pernah dipimpin oleh 12 orang raja, diantaranya:
  1. Jayasingawarman (358-382 M.)
  2. Dharmayawarman (382-395 M.)
  3. Purnawarman (395-434 M.)
  4. Wisnuwarman (434-455 M.)
  5. Indrawarman (455-515 M.)
  6. Candrawarman (515-535 M.)
  7. Suryawarman (535-561 M.)
  8. Kertawarman (561-628 M.)
  9. Sudhawarman (628-639 M.)
  10. Hariwangsawarman (639-640 M.)
  11. Nagajayawarman (640-666 M.)
  12. Linggawarman (666-669 M.)

Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Tarumanagara

Kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan. Hal ini dapat diketahui dari isi Prasasti Tugu yakni tentang pembangunan atau penggalian saluran Gomati yang panjangnya 6112 tombak (12 km) selesai dikerjakan dalam waktu 21 hari. Masyarakat Kerajaan Tarumanagara juga berprofesi sebagai pedagang mengingat letaknya yang strategis berada di dekat selat sunda.

Pembangunan/penggalian itu mempunyai arti ekonomis bagi rakyat, karena dapat digunakan sebagai sarana pengairan dan pencegahan banjir. Selain penggalian saluran Gomati dalam prasasti Tugu juga disebutkan penggalian saluran Candrabhaga. Dengan demikian rakyat akan hidup makmur, aman, dan sejahtera.

Dari segi kebudayaan sendiri, Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan kebudayaan mereka sudah tinggi. Terbukti dengan penggalian sungai untuk mencegah banjir dan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan pertanian. Terlihat pula dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan, menjadi bukti kebudayaan masyarakat pada saat itu tergolong sudah maju.
 
Terima kasih sudah berkenan membaca artikel tersebut di atas tentang Sejarah Kerajaan Tarumanagara. Apa bila ada dari sobat sekalian yang menemukan kesalahan baik dari segi penulisan maupun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Terima kasih.

Kerajaan-Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan-Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan-Kerajaan Hindu Budha di Indonesia - Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang berasal darIndia menyebar ke Asia termasuk Indonesia. DIndonesia, pengaruh Hindu-Buddha sangat besar sehingga muncul kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Banyak kerajaan bercorak Hindu-Buddha dIndonesia. Kerajaan-kerajaan tersebut ialah Kutai, Tarumanegara, Holing, Sriwijaya, Mataram Kuno, Kanjuruhan, Singosari, Kediri, Sunda, Bali, dan Majapahit. Beberapa dantaranya akan dijelaskan berikut ini.

A. Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutaterletak dKalimantan Timur, daerah Muara Kaman dtepSungaMahakam. Berdasarkan informasyang ditemukan pada tujuh prasastberupa yupa yang ditulis dengan huruf Pallawa, dengan bahasa Sanskerta, diketahubahwa Kutamerupakan kerajaan Hindu tertua dIndonesia. Kerajaan yang dikenal juga dengan sebutan NegerTujuh Yupa diperkirakan berdirpada tahun 400 M. Dalam prasasttersebut terdapat informasyang menyangkut kehidupan politik, pemerintahan, sosial, budaya, dan ekonomiKerajaan Kuta

Raja pertama yang memerintah Kutabernama Kudungga. Raja Kudungga memilikputra bernama Aswawarman. Aswawarman memilikputra Mulawarman. Dilihat darnama, Kudungga bukanlah nama Hindu, tetapnama Indonesia asli. Nama Aswawarman dan Mulawarman adalah nama-nama berbau Hindu. warman berartpakaian perang. Penambahan nama itu diberikan dalam upacara penobatan raja secara agama Hindu. Keluarga Kudungga pernah melakukan upacara Vratyastoma, yaitu upacara Hindu untuk penyucian dirsebagasyarat masuk pada kasta Ksatria. Berdasarkan nama dan gelar yang disandangnya, Kerajaan Kutayang bercorak Hindu berawal darpemerintahan Aswawarman. Setelah Raja Aswawarman, Kutadiperintah oleh Mulawarman, putranya pada abad ke-4. Raja Mulawarman disebutkan sebagaseorang raja besar yang sangat mulia dan baik budinya. Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kutamerupakan kerajaan yang kaya dan makmur. Sang Raja memberikan 20.000 ekor sapkepada para Brahmana.

B. Kerajaan Tarumanegara

Pada pertengahan abad ke-5 M, ddaerah lembah SungaCitarum, Jawa Barat terdapat kerajaan bernama Tarumanegara (Kerajaan Taruma). Tarumanegara merupakan kerajaan tertua dJawa. Jika berita tentang Kutakita peroleh daryupa, berita tentang Tarumanegara kita peroleh darprasastdan berita Cina. Ada tujuh prasastyang memuat tentang Kerajaan Tarumanegara. Perhatikan tabel prasastberikut ini


Daftar Prasasti Kerajaan Tarumanegara


Darcatatan seorang musafir Cina, Fa-Hien, diperoleh keterangan bahwa pada tahun 414, terdapat kerajaan bernama To-lo-mo. Fa-Hien yang sedang melakukan perjalanan menuju India dan singgah dYe-po-t(Jawa) dTo-lo-mo banyak terdapat orang Hindu, ada juga orang Buddha.


Daftar Prasasti Kerajaan Tarumanegara


Dikatakan juga bahwa raja mempunyakekuasaan sangat besar karena raja dianggap sebagaketurunan dewa.

C. Kerajaan Ho-ling


Keberadaan kerajaan indiketahudarkitab sejarah DinastTang (618-906). Diperkirakan Kerajaan Ho-ling atau Kaling terletak diJawa Tengah. Nama indiperkirakan berasal darnama sebuah kerajaan dIndia, Kalingga. Tidak ditemukan peninggalan yang berupa prasastdarkerajaan ini. Menurut Berita Cina, kotanya dikelilingdengan pagar kayu, rajanya beristana drumah yang bertingkat, yang ditutup dengan atap; tempat duduk sang raja ialah peterana gading. Orang orangnya sudah pandatulis menulis dan mengenalilmu perbintangan. Dalam Berita Cina disebut adanya Ratu His-mo atau Sima, yang memerintah pada tahun 674. Beliau terkenal sebagaraja yang tegas, jujur, dan bijaksana. Hukum dilaksanakan dengan tegas. Pada masa ini, agama Buddha berkembang bersama agama Hindu. Hal indapat terlihat dengan datangnya pendeta Cina HwNing dKaling dan tinggal selama tiga tahun. Dengan bantuan seorang pendeta setempat yang bernama Jnanabhadra, HwNing menterjemahkan kitab Hinayana darbahasa Sanskerta ke bahasa Cina.  

D. Kerajaan Sriwijaya


Kata sriwijaya berasal darkata sr= mulia dan kata wijaya = kemenangan. Kemenangan yang dimaksud dsinialah kemenangan Dapunta Hyang dalam melakukan perjalanan suc(manalp siddhayatra). Kerajaan inberdirpada abad ke-7 M. Pusat Kerajaan Sriwijaya berada dPalembang. Seperthalnya Kutadan Tarumanegara, keberadaan Sriwijaya juga diketahudarprasastdan Berita Cina. Dartempat ditemukannya prasastyang menyebutkan tentang Sriwijaya, dapat diketahubahwa Sriwijaya merupakan kerajaan besar. Ada sembilan prasastyang menceritakan tentang keberadaan Sriwijaya. Tiga dantaranya ditemukan dluar negeri.

Sriwijaya mencapakemajuan dsegala aspek kehidupan masyarakat ketika diperintah Raja Balaputradewa. Balaputradewa bahkan sudah menjalin hubungan dengan Kerajaan Benggala dan Kerajaan Chola dIndia. Pada masa Balaputradewa, Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat perdagangan dunia dAsia Tenggara dan menjadpusat perkembangan agama Buddha. Ia mendirikan Universitas Nalanda untuk mendidik para biksu dan bikhundengan murid berasal darJawa, Cina, Campa, Tanah Genting Kra, bahkan India. Selain prasasti, informastentang Sriwijaya banyak diperoleh darcatatan DinastTang dCina dan darcatatan I Tsing, seorang musafir Cina yang belajar paramasastra Sanskerta dSriwijaya. DinastTang mencatat bahwa utusan Sriwijaya pernah datang ke Cina, yaitu tahun 971, 972, 975, 980, dan tahun 983. Itulah sebabnya ditemukan catatan tentang Sriwijaya dalam PrasastKanton.


Daftar Prasasti Kerajaan Sriwijaya


Menurut catatan I Tsing, Sriwijaya berperan sebagapusat pengembangan ilmu pengetahuan dan agama Buddha dAsia Tenggara. ITsing belajar tata bahasa Sanskerta dan teologBuddha dSriwijaya. I Tsing menerjemahkan kitab kitab sucagama Buddha ke dalam bahasa Cina. Sriwijaya juga terkenal sebagakerajaan maritim dan memilikarmada laut. Perhatikanlah Peta Kerajaan Sriwijaya. Sebagakerajaan maritim, Sriwijaya merupakan pusat perdagangan dAsia Tenggara karena menguasadua selat besar yang penting dalam perdagangan, Selat Malaka dan Selat Sunda.

Sriwijaya mulamengalamkemunduran setelah mendapat serangan darDharmawangsa (992), Rajendra Coladewa darKerajaan Colamandala (1023, 1030, dan tahun 1060), Kertanegara (1275), dan Gajah Mada (1377). Sriwijaya akhirnya hancur ketika Majapahit mulaberkembang dJawa.

E. Kerajaan Mataram Kuno


Sepertkeberadaan kerajaan-kerajaan sebelumnya, keberadaan Kerajaan Mataram Kuno inpun kita ketahudarprasasti-prasastiyang ditemukan. Cukup banyak prasastyang berisinformastentang Mataram. Dsamping prasasti, informastentang Mataram juga dapat diperoleh darcandi-candi, kitab cerita Parahyangan (Sejarah Pasundan), dan Berita Cina. Kerajaan yang diperkirakan berdiripada abad ke-7 interletak ddaerah pedalaman Jawa Tengah, kemungkinan besar ddaerah Kedu sampasekitar Prambanan (berdasarkan letak prasastyang ditemukan). Kerajaan yang terletak dantara pegunungan dan sungai-sungabesar sepertBengawan Solo inmula-mula diperintah oleh Raja Sanna.


Daerah Kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno


Raja Sanna kemudian digantikan oleh Raja Sanjaya. Sanjaya adalah seorang raja yang bijaksana. Pada masa pemerintahannya, rakyatnya hidup makmur. Pada masa pemerintahan Sanjaya, ada dinastlain yang lebih besar, yaitu DinastSyailendra. Keluarga Sanjaya beragama Hindu dan keluarga Syailendra beragama Buddha. Setelah Sanjaya, Mataram kemudian diperintah oleh Syailendra SrMaharaja Dyah Pancapana RakaPanangkaran. Darnamanya, raja inberasal darkedua keluarga tersebut. Setelah Panangkaran, Mataram terpecah menjadMataram Hindu dan Mataram Buddha.

Namun, pada tahun 850, Mataram kembalbersatu dengan menikahnya RakaPikatan dan Pramodharwani, putrkeluarga Syailendra. Setelah Pikatan, Mataram diperintah oleh Balitung (898—910) yang bergelar SrMaharaja RakaWatukura Dyah Balitung. Balitung adalah raja terbesar Mataram. Wilayah kekuasaannya meliputJawa Tengah dan Jawa Timur. Pada masanyalah dibuat prasastyang berisnama-nama raja sebelumnya sampadirinya. Setelah Balitung, berturut-turut memerintah Daksa ( 910—919), Tulodong (919 —924), dan Wawa (824 —929). Mataram kemudian diperintah oleh Sindhok (929 — 949) keponakan Wawa darkeluarga Ishana karena Wawa tidak mempunyaanak.

Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan DinastSanjaya. Sindhok kemudian memindahkan ibu kota kerajaan ke Jawa Timur karena (1) sering meletusnya Gunung Merapi, dan (2) Mataram sering diserang oleh Sriwijaya. Kerajaan Mataram dJawa Timur insering disebut Kerajaan Medang. Mpu Sindhok merupakan penguasa baru dJawa Timur dan mendirikan wangsa Icyana. Keturunan Mpu Sindok sampaAirlangga tertulis dPrasastCalcuta (1042) yang dikeluarkan oleh Airlangga. Setelah Sindhok, Raja Dharmawangsa (991—1016) bermaksud menyerang Sriwijaya, tapbelum berhasil. Pemerintahannya diakhirdengan peristiwa pralaya, yaitu penyerangan raja Wora Wari.


Arca Airlangga


PenggantDharmawangsa adalah Airlangga, menantunya, yang berhasil lolos darperistiwa pralaya. Airlangga berhasil membangun kembalkerajaan Medang dJawa Timur. Airlangga terkenal sebagaraja yang bijaksana, digambarkan sebagaDewa Wisnu. Pada akhir pemerintahannya Airlangga membagkerajaannya menjadJenggala (Singosari) dan Panjalu (Kediri). Namun, kerajaan yang bertahan adalah kerajaan Kediri. Airlangga wafat pada tahun 1049. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Mataram Kuno.

F. Kerajaan Kedirdan Singosari

Setelah Airlangga membagkerajaannya menjaddua, sejarah selanjutnya darkerajaan-kerajaan ditandaoleh perebutan kekuasaan. Pada waktu terjadpembagian kerajaan Airlangga, Samarawijaya sebagaraja Panjalu dengan ibu kota Daha dan PanjGarasakan sebagaraja Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. Terjadperang saudara dantara keduanya (1044-1052). Kemenangan Kediratas Jenggala membuat Kedirmenjadsatu-satunya kerajaan dJawa Timur dengan kekuasaan meliputhampir seluruh Indonesia timur. Semua itu terjadpada masa pemerintahan Raja Jayeswara.


Daerah Kekuasaan Kerajaan Kediri


Raja Kediryang terkenal ialah Jayabaya (1130-1160) yang terkenal dengan Ramalan Jayabaya. Raja terakhir Kedirialah Kertajaya. Pada masa pemerintahannya, Kertajaya ingin dihormatdan disembah sepertdewa. Hal inmembuat para Brahmana tidak senang dan mereka minta perlindungan kepada Ken Angrok (sering disebut Arok) darTumapel.

Ken Arok akhirnya dapat mengalahkan Kertajaya pada tahun 1222. Dengan demikian, berakhirlah Kerajaan Kediri. Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singosari. Perebutan kekuasaan menjadcirkhas kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok (1222-1227). Keberadaan Kerajaan Singosardiketahudarkitab Pararaton dan kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Prapanca. Sejarah Singosardimuladengan tindakan Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, akuwu dTumapel. Ken Arok yang beristrikan Ken Umang kemudian menikahistrTunggul Ametung, Ken Dedes. Ken Dedes diramalkan akan menurunkan raja-raja besar. Ken Arok kemudian dibunuh oleh Anusapat(anak tirinya). Anusapatmemerintah selama 21 tahun, 1227-1248. Kemudian, Tohjaya, anak Ken Arok dan Ken Umang, membunuh Anusapatpada tahun 1248. Wisnuwardhana, anak darAnusapati, membunuh Tohjaya dan memerintah sampatahun 1268. Wisnuwardhana kemudian digantikan oleh Kertanegara.


Daerah Kekuasaan Kerajaan Singosari


Kertanegara adalah raja Singosaryang sangat terkenal. Dia memerintah sampatahun 1292. Kertanegara bercita-cita menyatukan Nusantara dbawah Singosari. Pada masa Kertanegara, datang seorang utusan darnegerCina, yaitu KubilaKhan. Raja Kertanegara juga mengadakan ekspedisPamalayu tahun 1275, menguasaKerajaan Melayu dengan tujuan menghadang serangan tentara Cina agar peperangan tidak terjaddwilayah Kerajaan Singasari. Dia banyak mengirimkan armadanya ke luar Singosari. Namun, hal itulah yang kemudian menyebabkan kejatuhannya. Ketika sebagian besar armadanya keluar Singosari, dia diserang oleh Jayakatwang dariKediri. Kertanegara tewas, tetapmenantunya, Raden Wijaya lolos karena sedang tidak berada distana. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit.

Darcatatan saudagar Cina, Kho Ku Fepada tahun 1200, diketahubahwa pada masa pemerintahan Jayabaya, Kedirtelah memilikimata uang emas dan aturan pajak yang teratur. Pada masa Jayabaya pula dihasilkan cerita Gatutkacasraya dan Hariwangsa yang ditulis oleh Mpu Panuluh dan kitab Baratayudha yang ditulis oleh Mpu Sedah. Ku Fejuga mencatat bahwa pada masa intelah dihasilkan sejumlah candi, antara lain CandPanataran dan CandTuban. Pada masa Singosari, Ken Arok telah mengembangkan perekonomian rakyatnya. Kehidupan masyarakatnya aman dan sejahtera. Ken Arok membuat patung Ken Dedes dan beberapa candi.

G. Kerajaan Majapahit


Tidak sepertkerajaan-kerajaan sebelumnya, sumber-sumber tentang keberadaan Majapahit banyak ditemukan, antara lain melaluiprasasti, kitab-kitab, dan beritaberita Cina. Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara darSingosari. Raden Wijaya dinobatkan menjadraja pada tahun 1293. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jaya Wardana (1293 1309 M). Beliau menikah dengan keempat puterKertanegara, yaitu: Dyah DewTribuwaneswar(permaisuri), Dyah DewNarendraduhita, Dyah DewiPrajnaparamita, Dyah DewGayatri. Langkah Raden Wijaya mengawinputrKertanegara diduga berlatar belakang politik, agar tidak terjadperebutan kekuasaan dan seluruh warisan jatuh ke tangannya.


Daerah Kekuasaan Kerajaan Majapahit


Raden Wijaya adalah raja yang bijaksana. Semua pengikut Raden Wijaya diberjabatan sesuajasanya. Nambdiangkat menjadpatih. Ronggolawe diangkat menjadBupatTuban. Sora diangkat sebagaTumenggung. Kepala desa Kudadu diberCima dKudadu. Raden Wijaya kemudian digantikan oleh Jayanegara atau Kala Gemet pada tahun 1309, beliau merupakan raja yang lemah. Pada masa pemerintahan Jayanegara, terjadserangkaian pemberontakan: Ranggalawe (1231), Lembu Sora (1311), Jurudemung (1313), Nambi(1316), dan Kut(1319). Pemberontakan-pemberontakan tersebut dapat dipadamkan karena jasa Gajah Mada. Jayanegara akhirnya dibunuh oleh Tanca, tabib istananya, pada tahun 1328. Gajah Mada kemudian membunuh Tanca. Seharusnya Gayatri, putrbungsu Raden Wijaya, berhak menjadraja. Tetapkarena Gayatrmemilih bertapa, Tribuwanatunggadewi, putrinya diangkat menjadraja ketiga bergelar TribuwanatunggadewJayawisnuwardani.

Pada masa ini, terjadpemberontakan Sadeng dan Kesa, tapsemuanya dapat diatasoleh Gajah Mada. Pada tahun 1350, Gayatriwafat. Tribuwanatunggadewsegera turun tahta dan digantikan oleh putranya, yaitu Hayam Wuruk (artinya ayam jantan muda) yang masih berusia 16 tahun. Hayam Wuruk merupakan raja yang membawa Majapahit mencapapuncak kejayaan. Dengan didampingiMahapatih Gajah Mada, Hayam Wuruk menjadikan Majapahit sebagakerajaan yang sangat besar. Wilayah kekuasaannya meliputiJawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Malaka, dan Tumasik (Singapura) serta Papua Barat.

Semoga artikel yang saya share di atas dapat bermanfaat bagi sobat semuanya....!!!