Kamis, 27 Oktober 2016

meditasi

Ada beberapa sarana yang perlu dipelajari ketika seseorang melakukan meditasi mijil, yakni: kunci, mijil, singkir serta paweling

A. Kunci

1. Gusti ingkang moho suci (Gusti Allah Yang Maha Suci)

2. Kulo nyuwun pangapuru dumateng Gusti ingkang moho suci(Saya mohon ampun pada Gusti Allah Yang Maha Suci)

3. Sirrulloh, Dzatullah, Sifatullah

4. kulo sejatine satriyo/wanito (Saya sejatinya satrio/wanita sejati)

5. Nyuwun wicaksono, nyuwun panguwoso (Mohon diberi kebijaksanaan dan kekuasaan)

6. kangge tumindake satrio/wanito sejati (untuk bertindak/berbuat seperti satria/wanita sejati)

7. Kulo nyuwun kangge anyirnakake tumindak ingkang luput (Saya memohon, untuk menghilangkan perbuatan yang salah)

Sirrulloh = Yang Rahasia/Tersembunyi (Allah)
Dzatulloh = Zat Allah (Nurullah)
Sifatullah = Sifat Allah
Bahasa asli dari kunci tersebut di atas adalah bahasa Jawa (karena yang menerimanya untuk pertama kali adalah kebetulan orang Jawa). Ucapan dalam kunci bukanlah mantera, karena itu tidak harus persis kata-katanya, bahasanya boleh menggunakan bahasa apa saja yang penting arti dan pengertiannya dari kunci tersebut sama. Jikapengertian itu sudah mendalam, maka menarik nafas sejati itu sudah sama artinya degan membaca kunci dan mijil, bahkan ingat untuk membaca kunci itu sudah berarti mengucapkan kunci keselamatan.

C. Singkir

1. GUSTI INGKANG MOHO SUCI (Gusti Allah Yang Maha Suci)
2. KULO NYUWUN PANGAPURU DUMATENG GUSTI INGKANG MOHO SUCI (Saya mohon ampun pada Gusti Allah Yang Maha Suci)
3. SIRRULLOH, DZATULLAH, SIFATULLAH
4. KULO SEJATINE SATRIYO/WANITO (Saya sejatinya satrio/wanita sejati)
5. HANANIRO – HANAINGSUN
6. WUJUDIRO – WUJUDINGSUN
7. SIRO SIRNA MATI DENING SATRIYO/WANITO SEJATI
8. KETIBAN IDHUKU PUTIH, SIRNA LAYU DENING JOKO/ENDANG .....
Kemudian menghentakkan kaki ke bumi 3 X dan meniup ke atas 3 X.
Manfaat:
· pada dasarnya manfaat penggunan singkir adalah untuk menekan/menipiskan sifat ke “aku”an seseorang, dengan membaca ini ketika dalam keadaan meditasi akan mengendapkan perasaan atau nafsu ke aku an seseorang sehingga didalam meditasinya bisa cepat masuk dalam kondisi “alpha” bahkan ” theta”

9. Mijil

Dimijilkan artinya seluruh simpul rasa seluruh tubuh terbuka, jadi bukan dibuka. Kalau dibuka artinya ada kekuatan dari luar yang membuka/mendobrak, sedang yang benar ialah membuka sendiri dari dalam.
Mijil itu bermakna atau dari kata-kata: miji artinya menyatu rasa dengan roso atau zat Illahi di dalam diri seseorang. dan jil artinya rasa tersebut keluar/membuka dengan tujuan sesuai dengan yang diinginkan. Dengan kondisi demikian seseorang dalam keadaan online dengan roso sejatinya atau dengan istilah lain menyatu dengan alam mikrokosmos (jagad kecil)
Joko/Endang.........jenengsiro mijillo, (Joko/Endang.......) ini adalah wujud dari rasa tersebut.
Tingkah laku adalah salah satu penentu untuk kemajuan/tuntunan selanjutnya dalam bermeditasi. Kalau kita mengucapkan ‘jeneng siro mijillo’ maksudnya agar mikrokosmos (jagad kecil) yang ada didalam diri kita membuka diri.
Prosedur melakukan meditasi mijil adalah sebagi berikut:
1. Nafas sejati 3 X (menarik nafas sambil mengucapkan kalimatnafasku nafas sejati);
2. Membaca ‘kunci’;
  1. Mijil...(baca ucapan mijil) .Joko/Endang........(sebutkan namanya sendirijeneng siro mijilo, panjenenganingsun kagungan karso arso.(saya berniat untuk)......(ucapkan niatnya);
  2. Selanjutnya sikap tubuh dalam posisi mijil dan konsentrasikan pikiran pada jalannya nafas.
  3. Jika sudah selesai melakukan meditasi, maka dilakukanpenutupan
6. Sikap tubuh dalam meditasi mijil (posisi mijil)
Jika kita bermeditasi bisa dilakukan dengan duduk dikursi atau duduk bersila.
Duduk dikursi: duduk harus tegak tetapi tidak kaku dan jangan bersandar, pantat seluruhnya ditempelkan/dijatuhkan ke alas duduk (lubang anus ditempelkan ke alas duduk seakan ditutup), dengkul dan telapak kaki dirapatkan, bila setelah mengucapkan mijil dengkul terasa akan membuka sendiri maka jangan ditahan, biarkan saja terbuka.
Duduk bersila: duduk harus tegak, salah satu telapak kaki kanan/kiri diletakkan didepan kemaluan serta kaki lainnya berada didepannya (bisa satu garis lurus), jadi tidak saling tumpang tindih.
Posisi tangan: tangan kanan di dada, menggenggam dengan ibu jari lurus menekan/menempel ulu hati (maknanya kita harus memegang teguh keimanan kepada Tuhan). Tangan kiri juga menggenggam dengan ibu jari lurus menekan/menempel ditulang rusuk kiri paling bawah (pinggang adalah merupakan tempatnya nafsu/angan-angan, jadi maknanya menekan gerak nafsu kita).
Pada waktu bermeditasi, perhatikan dan rasakan benar-benar keluar masuknya nafas (sebaiknya ada sedikit suara sehingga dapat didengar) dan hayati benar-benar bahwa didalam nafas itu pula merupakan alat/kendaraan kita melakukan kontak dengan Tuhan.Rasakan hingga ada rasa ‘nyes’ dingin didada (pada kondisi ini sedang online dengan roso/dzatullah dalam diri atau dalam keadaan mijil)
Bagi yang sudah dimijilkan hendaknya menggunakan tambahan ‘joko’ (pria) dan ‘endang’ (wanita). Kata tersebut diucapkan sebelum nama orang. Joko artinya gelaring roso, sedang endang artinyasarining roso.
Anda bisa melakukan meditasi ini setiap saat karena pada dasarnya dengan seringnya melakukannya maka secara perlahan-lahan jiwa dan prilaku anda mengalami transformasi menjadi pribadi yang lebih matang. Anda dapat mengendalikan pikiran menjadi lebih tenang, untuk mencapai hal itu maka lakukan pernafasan dengan teratur dan tidak tergesa-gesa:
  1. menarik nafas dengan perlahan dan dirasakan masuknya aliran udara kedalam hidung, saluran pernafasan dan paru-paru
  2. dengan santai keluarkan udara dari paru-paru dengan penuh perasaan (artinya rasakan udara melalui saluran pernafasan dan mengalir lewat hidung dan mulut)
  3. lakukan penarikan dan pengeluaran udara ini dengan konsentrasi pada jalannya udara
  4. jika anda melakukan dengan santai dan perhatian pada aliran nafas maka secara perlahan-lahan gelombang otak anda akan mengalami perubahan dari gelombang betha menjadi gelombang alpha atau dengan kata lain anda pikiran menjadi lebih tenang dan tidak memikirkan hal-hal lain kecuali hanya pada irama nafas.
Jika anda melakukan langkah diatas sebenarnya merupakan metode meditasi biasa yang umum dikenal orang. Manfaat yang anda dapatkan adalah ketenangan jiwa. Apa yang yang membedakannya dengan meditasi mijil adalah pada saat anda melakukan meditasi anda sudah membaca “kunci”. Ini berfungsi untuk membuat perlindungan keselamatan jiwa anda dari segala godaan karena dengan mengucapkan kunci anda memasrahkan diri kepada Allah Yang Maha Suci. Selain itu anda melakukan mijil yang menyebabkan anda menyatu dengan “mikrokosmos”/roso sejati yang ada di dalam raga anda. Roso sejati yang bersifat suci karena memang berasal dari Allah seakan-akan keluar dari dalam diri anda yang paling dalam yang selama ini terselimuti oleh nafsu duniawi. Sebagai perumpamaan adalah bawang yang terdiri dari berlapis-lapis jaringan.Lapisan-lapisan ini perumpamaan dari tebalnya nafsu manusia, dan yang paling dalam dari lapisan bawang ini adalah roso sejati tadi. Nah roso sejati yang yang terselimuti oleh nafsu manusia akan memancar mempengaruhi seluruh jiwa manusia yang sedang mijil. Jika hal ini sering dilakukan maka sifat suci yang terkandung dari roso sejati tadi akan mempengaruhi jiwa yang bersangkutan, akibat dari pengaruh ini maka kita akan mengalami transformasi kejiwaan dari yang banyak dipengaruhi hawa nafsu keduniawian menjadi lebih bersih jiwanya atau dengan kata lain menjadi lebih dekat dengan Allah. Nah gabungan antara teknik meditasi biasa (pengendalian pikiran) dan mijil (memancarnya sifat suci yang sebenarnya ada pada setiap manusia) akan membuat seseorang bisa memahami jati dirinya sebagai mahluk Allah. Jika anda seorang pemeluk agama maka akan menghindari segala larangan Allah bukan karena takut terhadap ancaman hukumannya (atau dosanya) tetapi menjauhi larangan tersebut karena nuraninya memang tidak menyukai hal tersebut, jadi disini menekankan masalah keikhlasan dalam menjalani perintah Tuhan
Dalam keadaan meditasi jika anda tidak bisa tenang pikirannya atau selalu ingat pada masalah lahiriah maka ucapkan “singkir”, dengan demikian angan-angan atau sifat ke’aku’an akan menjadi berkurang.Makin sering anda membaca singkir tentu saja sifat ke’aku’an akan semakin tipis. Anda akan merasakan semakin mudah memasuki kondisi “tenang” (atau. masuk ke gelombang alpha). Kondisi tenang disini bukan berarti anda lupa diri atau tidak sadar, sesungguhnya anda masih dalam keadaan sadar penuh hanya saja pikiran anda tidak bergejolak atau memikirkan apapun, anda dalam keadaan sangat tentram jiwanya.
Jika pikiran anda benar-benar tenang (bhs.Jawa: lerem) yang disertai dengan pernafasan yang sangat santai dan lambat (bahkan seakan akan anda tidak merasakan sedang bernafas), maka selanjutnya anda akan sangat peka terhadap getaran rasa sejati yang dalam diri, anda bisa berkomunikasi dengan rasa sejati anda sendiri. Kemampuan anda bisa berkomunikasi dengan rasa sejati ini bisa sangat bermanfaat untuk menjalani perjalanan hidup. Pada dasrrnya ada dua penggunaan dari menyatunya dengan rasa sejati ini.Pertama, anda gunakan untuk hal-hal yang bersifat batiniah/spiritual (misal untuk berdoa), dan yang kedua, bisa anda gunakan untuk kegiatan lahiriah/raga. Untuk hal yang kedua (lahiriah), rasa sejati menjadi penuntun dalam kegiatan keseharian. Misalnya sebagai berikut: sebelum anda melakukan tindakan A, maka mijil dulu dan rasakan dalam batin apakah rencana untuk melakukan tindakan A didukung atau dihambat. Informasi yang dihasilkan oleh rasa pasti benarnya, hanya apakah informasi tadi mengalami distorsi atau murni sangat tergantung dari anda. Pikiran atau logika akal merupakan hambatan yang besar ketika anda mencoba membaca rasa sejati (inilah yang disebut angan-angan), jadi anda harus benar-benar bisa melepaskan logika atau pikiran yang ada. (inilah yang menunjukkan betapa pentingnya latihan meditasi yang rutin). Latihlah untuk mengenal rasa sejati anda.
Roso sejati dalam diri kita beri nama, seperti raga anda bernama Maulana (nama yang ada dalam akte kelahiran), demikian juga rasa tadi ada namanya yakni Joko Maulana (untuk laki-laki) dan EndangMaulana (jika wanita), jadi anda anda berkomunikasi dengan rasa anda yang bernama misal Joko Maulana.
Selanjutnya jika selesai melakukan meditasi maka selalu diakhiri dengan gerakan penutup, yakni telapak tangan kanan menyentuh/menempel pada dada atas dibagian jantung kemudian bergerak turun (tetap menempel) kea rah diagonal ke bawah menuju sisi kiri perut. Maknanya adalah memutus/offline dengan rasa sejatinya (jadi tidak dalam keadaan mijil lagi).

http://meditasimijilteknik.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar