Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Jumat, 05 Januari 2018

3 Senjata Tradisional Jawa Barat Warisan Prabu Siliwangi

Senjata tradisional pada zaman dulu memang sangat dibutuhkan, selain sebagai senjata untuk melindungi diri dari musuh, juga berfungsi sebagai senjata untuk jaga dan mempertahanka hidup. Karena zaman belum zaman sekarang, untuk bertempur pun para pahlawan Indonesia menggunakan senjata tradisional sebagai alat tempur mereka.Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Jawa Barat.
Senjatara tradisional yang khas dari Jawa Barat sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Senjata tradisional yang umum digunakan sebagai senjata untuk jepang, berladang dan bangkit diri dari musuh, saat ini senjata tradisional lebih berfungsi sebagai suatu identitas bangsa yang menjadi kekayaan budaya.
Tidak hanya itu saja, beberapa senjata tradisional juga memiliki falsafah yang tersirat dibalik fisiknya yaitu sebagi senjata / perkakas. Nah, salah satu senjata tradisional Jawa Barat yang paling dikenal yaitu kujang. Karena menjadi sebuah simbol daerah khas Jawa Barat. Lalu apa sajakah senjata tradisional selain kujang yang khas dari Jawa Barat, simak pembahasannya berikut ini.

1. Senjata Tradisional Jawa Barat - Kujang


Kujang Jawa Barat
Sumber: 2.bp.blogspot.com

Kujang merupakan senjata tradisiona dan simbol khas daerah Jawa Barat ini bentuknya sangat unik. Memiliki panjang 20-25 cm, terbuat dari bahan besi, baja dan bahan pamor (baja putih yang ada pada bilah keris).
Kujang pertama kali dibuat pada abad ke 8 dan 9, akan ada beberapa pihak yang menyatakan kemungkinan senjata tradisional kujang ini telah dilakukan sebelum itu, yang mendasarkan pada kemungkinan teoritis terhada dari bentuk kujang itu sendiri.
Senjata kujang ini membahas ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan. Selain itu, kujang ini juga merupakan sebuah senjata yang melambangkan keberanian dan kekuatan dalam melindungi kebenaran. Kujang menjadi sebuah ciri khas baik dalam senjata, hiasan, alat pertanian atau sebagai cindera mata.
Karena kujang memiliki beberapa varian bentuk dan ragamnya, kujang dibedakan menjadi beberapa macam, hai;
  • Kujang Ciung (kujang yang bentuknya seperti burung ciung)
  • Kujang Jago (kujang yang bentuknya seperti ayam jago)
  • Kujang Kuntul (kujang yang bentuknya seperti burung kuntul)
  • Kujang Bangkong (kujang yang bentuknya seperti bangkokng (kodok))
  • Kujang Naga (kujang yang bentuknya seperti ular naga)
  • Kujang Badak (kujang yang memiliki bentuk seperti badak);
  • Kudi (perkakas yang bentuknya seperti kujang agak kurus).
Kemudian jika dilihat dari fungsinya, kujang bisa dibedakan juga menjadi beberapa macam, hai;
  • Kujang sebagai pusaka (melambangkan keagungan dari seorang raja pejabat pejabat kerajaan)
  • Kujang sebagai pakarang (kujang yang berfungsi sebagai senjat perang)
  • Kujang sebagai pengarak (kujang sebagai alat upacara);
  • Kujang pamangkas (kujang yang berfungsi sebagai alat / perkakas dalam pertanian, menebang tanaman dan nyacara).
Bagian-bagian dari kujang (kujang yang tergolong lengkap), yaitu:

Bagian-bagian senjata kujang
Bagian-bagian Kujang Jawa Barat

  • Papatuk kujang atau congo, adalah bagian ujung yang runcing dan digunakan untuk menoreh atau mengcungkil.
  • Eluk kujang atau siih, adalah lekukan-lekukan pada bagian badan kujang yang fungsinya untuk mencabik-cabik tubuh musuh.
  • Waruga kujang adalah badan / tubuh pada wilayah kujang.
  • Mata kujang adalah lubang-lubang kecil yang ada pada waruga kujang yang ada bervariasi, 5 sampai 9 lubang. Ada juga kujang yang tidak memiliki mata (tidak berlubang) yaitu kujang buta.
  • Tonggong kujang , adalah sisi tajam pada bagian punggung kujang.
  • Tadah kujang , adalah lengkungan kecil di bagian bawah perut kujang.
  • Paksi kujang , yaitu bagian ekor kujang yang berbentuk lancip.
  • Selut kujang , adalah cincin atau cincin yang dipasang di ujung gagang kujang.
  • Combong kujang , adalah lubang yang ada di bagian gagang kujang.
  • Ganja atau landaian kujang adalah pojok runcing yang mengarah ke ujung kujang.
  • Kowak atau sarung kujang, adalah sarung kujang yang terbuat dari kayu samida dan memiliki wangi khas serta bisa menambah daya magis pada kujang; dan
  • Pamor pada kujang berbentuk garis-garis (sulangkar) dan bintik-bintik (tutul) yang sudah tergambar pada waruga kujang. Fungsi dari sulangkar dan tutul selain menambah artistik juga berfungsi untuk menyimpan racun.

2. Senjata Tradisional Jawa Barat - Baliung


Senjata tradisional Baliung
Sumber: kaneron.files.wordpress.com

Baliung atau kampak adalah senjata tradisional yang digunakan untuk menebang pohon besar dan sebagai salah satu perkakas untuk membangun rumah. Gagangnya terbuat dari kayu yang agak panjang yaitu sekitar 30-35 cm.
Tenaga yang digunakan saat ini menggunakan baliung ini membutuhkan tenaga yang besar dari pada bedog, karena pada bagian pangkal, baliung terbuat dari baja yang lebih besar dan tebal.

3. Senjata Tradisional Jawa Barat - Bedog


Senjata Bedog jawa barat
Sumber: 2.bp.blogspot.com

Senjata tradisional selanjutnya yaitu bedog. Bedog merupakan senjata tradisional yang sangat besar (golok) yang fungsinya sebagai pemotong (tuktak-teukteuk), menebang pohon (nuar), menebang kayu, menyembelih dan pemotongan hewan juga sebagai peralatan untuk bekerja di kebun.
  • Bedog secara umum dibedakan menjadi beberapa jenis bedog yang pada fungsinya, antara lain:
  • Bedog gagaplok yang berfungsi untuk menyabit atau memotong di kebun.
  • Bedog pameuncitan digunakan untuk menyembelih hewan.
  • Bedog pamoroan yaitu bedog yang digunakan untuk memburu.
  • Bedog jonggol / hambalan digunakan untuk mengupasa kelapa.
  • Bedog pamugeulan berfungsi untuk menebang poho-pohon.
  • Bedog sotogayot (nyisit awi pibilikeun) berfungsi untuk memotong bilah bambu atau bahan lainnya.
Bedog juga memiliki varian ukuran. Ada yang panjang 30-40 cm. ada juga yang tidak panjang kurang dari 30 cm bagian-bagian bedog antara lain:
  • Perah (gagang bedog)
  • Wilah (bilah) yaitu bagian utama dari bahan tidur dan baja. Wila ini biasanya terdiri dari buntuk paksi (pangkal bedog yang ditancapkan pada gagang.
  • Beuteung (bagian tajam bedog).
  • Tonggong bedog (bagian tumpul pada bedog).
  • Ujung wilah (congo); dan
  • Serangka bedog (sarung bedog).
Selain dari 3 senjata tradisional Jawa Barat di atas, masih banyak lagi beberapa senjata tradisional yang digunakan oleh masyarakat sunda Jawa Barat ini. Penyedia yang sudah tercatat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian: senjata sang Prabu; pedang, pamuk, golok, abet (pecut), peso teundeut dan keris.
Sementara senjata orang tani yaitu: kujang, baliung, kored, patik, dan sadap sadap. Dan senjata dinyanyikan pendeta: peso raut, kala katri, peso dangdang, pakisi dan pangot.
Demikian pembahasan lengkap mengenai senjata tradisional Jawa Barat yang semoga bisa menambah pengetahuan. Mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa untuk suka, share dan komen. Terimaksih telah berkunjung. Hatur nuhun ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar