Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Senin, 11 April 2016

6 Manfaat Puasa Ngrowot Jawa

Puasa ngrowot adalah salah satu bentuk keprihatinan yang dilakukan dengan cara tidak mengkonsumsi nasi sebagai kebutuhan pokok seperti biasanya. Seseorang yang sedang menjalani puasa ngrowot dapat mengganti konsumsi nasi dengan ubi-ubian, kentang dan jagung sebagai makanan pokok. Seseorang yang menjalani puasa ngrowot hanya akan mengkonsumsi makanan yang telah disebutkan diatas selama seharian penuh. Sedangkan untuk minuman yang di perbolehkan untuk dikonsumsi ketika menjalani puasa ngrowot yakni hanya air putih.
Puasa ngrowot ini pada umumnya mempunyai waktu selama 24 jam jadi apabila puasa tersebut dimulai ketika petang maka masa berbukanya juga ketika telah datang petang kembali. Meskipun puasa ngrowot mempunyai sedikit kemiripan dengan puasa mutih namun dari segi esensi bahkan jenis atau variasi makanan yang bisa dikonsumsi jelas mempunyai perbedaan. Bahkan kedua jenis puasa ini juga mempunyai manfaat serta faedah yang berbeda pula.
Tata Cara Melakukan Puasa Ngrowot
Puasa adalah salah satu bentuk keprihatinan yang sering dilakukan untuk memperoleh manfaat tertentu bagi orang jawa. Secara adat dan tradisi turun temurun, masyarakat yang tinggal di tanah Jawa mempunyai kepercayaan bahwa dengan melakukan tirakat atau keprihatinan maka kita akan memperoleh manfaat sesuai dengan apa yang sedang kita tuju sebelumnya. Dalam melakukan puasa tentunya kita mempunyai tata cara bagaimana puasa ngrowot ini dilakukan. Setidaknya untuk memperoleh manfaat puasa secara lebih maksimal tentunya kita juga harus mengetahui bagaimana puasa tertentu harus dilakukan.
Untuk jenis puasa ngrowot, seseorang harus mempersiapkan niat yang baik tanpa adanya sifat tamak didalam hatinya. Puasa ini adalah metode keprihatinan yang nantinya bisa membuat seseorang menemukan titik introspeksi diri dan sebagai salah satu syarat dalam mempelajari ilmu tertentu. Selanjutnya, hal yang harus diingat yakni puasa ngrowot adalah bentuk keprihatinan yang tidak memperbolehkan konsumsi nasi. Sebagai gantinya, seseorang yang sedang menjalani puasa ngrowot dapat mengkonsumsi jagung, kentang, dan ubi – ubian. Cara pengolahan bahan makanan tersebut juga hanya boleh direbus atau dibakar tanpa diberi tambahan garam atau bumbu – bumbu dapur lainnya.
Manfaat Puasa Ngrowot
Puasa ngrowot ketika dilakukan dengan sungguh-sungguh, dalam artian tidak melanggar pantangan yang sudah dijelaskan diatas, tentunya akan mendatangkan manfaat dan faedah bagi orang tertentu. Upaya menjalani keprihatianan dengan tidak mengkonsumsi nasi ini juga biasa dilakukan oleh para santri yang mulai menghafalkan atau memperdalam kitab – kitab karya ulama salaf. Bahkan puasa ngrowot ini, oleh sebagian pihak dijadikan sebagai salah satu bagian dari rukun belajar. Untuk mengetahui lebih dalam apa saja manfaat puasa ngrowot, berikut ini penjabarannya :
1. Memperdalam Filosofi Puasa Ngrowot
Salah satu manfaat yang paling besar pengaruuhnya yakni terbukanya seseorang terhadap filosofi puasa ngrowot yang dilakukan sebelumnya. Meskipun pada umumnya masyarakat Jawa masih menganggap puasa keprihatinan sangat erat hubungannya dengan hal-hal yang bersifat magis bahkan gaib namun kepercayaan ini tidak sepenuhnya benar. Hal ini karena, dengan puasa ngrowot seseorang justru akan mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap dimensi sosial-ekonomi bahkan aqidah yang mengerucut pada tasawuf. Ketika santri melakukan puasa ngrowot, diharapkan nantinya hidupnya tidak akan mempunyai ketergantungan terhadap beras atau nasi.
2. Meminimalisir Ketergantungan Terhadap Makhluk
Salah satu penyebab puasa ngrowot tidak memperbolehkan mengkonsumsi nasi yakni karena  nasi merupakan jenis pangan yang mempunyai unsur campur tangan makhluk paling banyak dibandingkan dengan makanan lain. Dalam artian, campur tangan makhluk tersebut dapat dilihat dari proses penanaman benih hingga penanganan masa panen nantinya. Untuk itu, dengan melakukan puasa ngrowot, tentunya para santri dilatih untuk meminimalisir ketergantungan terhadap makhluk.
sponsored links
3. Lebih Mensyukuri Segala Ciptaan Tuhan
Selama tidak mengkonsumsi nasi justru mengajarkan kepada para santri bahwa bahan makanan pokok tidak hanya berupa nasi. Dengan begitu, santri akan lebih faham atas segala kehendak dan kuasa Tuhan terhadap segala ciptaaan-Nya dimuka bumi ini. Apabila kita tidak dibiasakan untuk belajar mensyukuri semua ciptaan yang telah Tuhan anugrahkan tentunya kelapangan kita dalam bersyukur juga sangat terbatas. Dengan melakukan puasa ngrowot, tentunya secara tidak langsung kita bisa melihat apa saja bahan makanan pokok selain nasi yang bisa kita konsumsi.
Manfaat aktivitas untuk mengungkapkan rasa syukur lainnya :
4. Puasa, Salah Satu Syarat Utama Memperdalam Ilmu Tarekat
Seseorang yang sedang mempelajari mengenai pendekatan secara spiritual terhadap Sang Pencipta tentunay harus menjalani upaya keprihatinan seperti puasa ngrowot ini. Bahkan puasa yang tidak memperbolehkan mengkonsumsi nasi dan bahan makanan yang dioleh menggunakan garam ini juga dijadikan sebagai salah satu syarat utama untuk memperdalam ilmu tarekat.
5. Upaya Mengendalikan Hawa Nafsu
Secara otomatis, jasad seseorang yang sedang menjalani tirakat atau puasa tertentu akan mempunyai  kestabilan emosi. Pada dasarnya jenis keprihatinan apapun tak terkecuali dengan manfaat puasa ngrowot ini, mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual bukan semata-mata dilakukan untuk mewujudkan keinginan tertentu yang bisa berupa kekayaan, kekuasaan bahkan kekuatan semata. Apabila dalam menjalani puasa ngrowot masih timbul keinginan-keinginan seperti tadi, maka jelas dipastikan bahwa itu merupakan bisikan hawa  nafsu yang seharusnya bisa kita kendalikan dengan berpuasa.
6. Sebagai Media Pembersihan Diri
ketika seseorang menjalani puasa dimana keprihatinannya akan diuji maka sebaiknya benar-benar diniatkan untuk beribadah dan membersihkan diri dari hal-hal yang mengundang hawa negatif untuk masuk kedalam diri seseorang. Memperbanyak sikap waspada dan mengingat Tuhan tentunya akan membuat seseorang mempunyai tingkat ketenangan dan teraga dari hal-hal yang menipiskan keimanan. Untuk itu, secara tidak langsung apabila kita menjalankan puasa secara ikhlas tanpa diniatkan untuk keuntungan duniawi maka upaya keprihatinan tersebut dapat menjadi sebuah media bagi kita untuk membersihkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar