Kembang sungsang dinang kunang Kotak kurawis wayang Lindu nira bumi bengkah Adam adam babu hawa Siskang danur wilis Ingkang ngagelaraken cahya nur cahya Anwas anwar ngagelaraken Malih kang danur citra Nurcahya nursari nurjati Dangiang wayang wayanganipun Semar sana ya danar guling Basa sem pangangken-angken Mareng ngemaraken Dat Kang Maha Tunggal Wayang agung wineja wayang tunggal Wayang tunggal

Jumat, 08 April 2016

TANDA KENIKMATAN DZIKIR


biasanya muncul saat anda berdzikir


Ketika KITA menghadirkan atau menghubungkan diri ini dengan Allah, tiba-tiba muncul rasa haru dan badan terasa merinding. Badan terasa agak berat dan bergoncang seperti ada muatan getaran yang menyelimuti badan, semakin kuat hubungan anda dengan Allah, maka akan semakin kuat getaran yang ditimbulkannya. Biarkan getaran itu mengalir, dengan getaran itulah kita tidak lagi terganggu oleh pikiran dan khayalan yang melayang-layang.
Adanya getaran yang timbul adalah merupakan tanda kesambungan anda dengan Allah, tapi ingat itu bukan tujuan ! biasanya kita tidak akan kuat menahan tangis yang tiba-tiba muncul. Kadang kita akan dituntun untuk shalat, dituntun berdzikir, dituntun bersujud dan lain-lainnya.

Biarkan saja perasaan seperti itu menyelimutinya, jangan ditolak atau dilawan… pasrahkan saja dengan ikhlas.Sehingga dikepala tidak akan mengalami rasa penat, kening tidak lagi mengkerut,tidak lagi mengalami rasa capek dan jenuh walaupun itu terjadi berjam-jam lamanya. Sekalipun hal itu di lakukan pada waktu malam hari  hingga pagi.. tubuh rasanya menjadi segar dan tidak lemas… bahkan terasa lebih rileks dan nyaman.
Semakin kita tekun belajar dan berlatih berkomunikasi kepada Allah dengan tawajuh, semakin halus pula getaran yang muncul. pada diri kita.  Mungkin kita akan menjadi keheranan  tatkala kita mengetahui kebiasaan kita yang suka bersifat pemarah menjadi berkurang, yang dulunya panjang angan-angan sekarang sudah bisa berrobithoh, hati lebih terkendali tanpa adanya penahanan atau pemaksaan. Hati menjadi lunak dan menimbulkan perangai yang sangat lembut. 
Kalau sudah seperti itu, latihlah terus menerus dzikir itu hingga menjadi rasa, bukan dari keinginan nafsu, bukan pula dari keinginan pikiran dan khayalan. Dzikir seperti itu muncul dari rasa ( Aku ) yang paling dalam dan tiada bisa dibendung lagi, rasanya seperti ditarik oleh rasa kesambungan yang sangat kuat dan Maha Akbar.

Dalam kondisi seperti itulah pikiran menjadi lemah dan tidak lagi liar, nafsu menjadi teredam, khayalan tidak lagi berkiblat, yang ada tinggal hanyalah rasa atau getaran iman yang dalam dan muncul tiada bisa dicegah.
Itulah salah satu tanda kenikmatan dzikir Yang Maha Agung dari Guru agung, bersyukurlah...bersyukurlah...bersyukurlah

http://zawiyahpangandaran.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar